Rudal Sejjil Iran Meluncur Pertama Kali dalam Perang, Ini Teknologinya
Senin, 16 Maret 2026 | 16:21 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Rudal Sejjil dikenal sebagai salah satu sistem senjata strategis paling maju yang dimiliki Iran. Sistem persenjataan ini kembali menjadi sorotan internasional setelah dilaporkan digunakan dalam konflik terbaru antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Penggunaan tersebut menjadi momen penting karena sebelumnya Sejjil lebih dikenal sebagai bagian dari kekuatan pencegah strategis dalam doktrin pertahanan Iran.
Dengan jangkauan hingga sekitar 2.000 kilometer, rudal balistik ini mampu menjangkau berbagai target strategis di Kawasan Asia Barat dan Timur Tengah.
Teknologi bahan bakar padat yang digunakan membuat sistem ini dapat diluncurkan lebih cepat dibandingkan generasi rudal Iran sebelumnya. Kondisi tersebut menjadikan Sejjil sebagai salah satu komponen utama dalam strategi pertahanan Iran yang berbasis kekuatan rudal jarak menengah.
Pengembangan Rudal Sejjil Iran
Pengembangan rudal Sejjil dimulai sejak akhir 1990-an sebagai bagian dari upaya Iran memperkuat kemampuan serangan jarak jauh. Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan rudal nasional sekaligus menggantikan sistem lama yang masih menggunakan bahan bakar cair.
Uji coba pertama rudal Sejjil dilakukan pada 2008. Dalam pengujian awal tersebut, rudal dilaporkan mampu menempuh jarak sekitar 800 kilometer.
Setahun kemudian, pengujian lanjutan kembali dilakukan setelah sejumlah penyempurnaan pada sistem navigasi serta kendali penerbangan.
Seiring perkembangan teknologi militer Iran, jangkauan rudal ini dilaporkan meningkat hingga mendekati 2.000 kilometer.
Penggunaan bahan bakar padat menjadi langkah penting dalam modernisasi program rudal Iran karena memungkinkan sistem ini disimpan dalam kondisi siap diluncurkan tanpa proses persiapan yang panjang.
Spesifikasi Rudal Sejjil Iran
Rudal Sejjil milik Iran diklasifikasikan sebagai rudal balistik permukaan ke permukaan dengan sistem dua tahap pendorong. Rudal ini dikembangkan secara domestik oleh industri pertahanan Iran sebagai bagian dari program penguatan kemampuan militer nasional.
Rudal Sejjil memiliki karakteristik sebagai rudal balistik jarak menengah dengan dua tahap pendorong yang memungkinkan daya dorong lebih stabil selama fase penerbangan.
Sistem ini menggunakan bahan bakar padat yang membuatnya dapat diluncurkan dengan waktu persiapan lebih singkat dibandingkan rudal berbahan bakar cair.
Jangkauan rudal ini diperkirakan mencapai sekitar 2.000 kilometer. Panjang keseluruhan rudal sekitar 18 meter dengan diameter sekitar 1,25 meter. Berat peluncurannya mencapai sekitar 23.600 kilogram.
Rudal tersebut dirancang membawa hulu ledak dengan kapasitas antara 500 hingga 1.000 kilogram. Sistem peluncurannya menggunakan kendaraan peluncur bergerak atau mobile launcher, sehingga memungkinkan pemindahan lokasi peluncuran secara cepat.
Penggunaan sistem peluncur mobile memberikan keuntungan strategis karena dapat meningkatkan kemampuan bertahan dari potensi serangan pendahuluan musuh. Rudal dapat dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lain sebelum diluncurkan, sehingga lebih sulit dideteksi.
Salah satu aspek penting yang membedakan Sejjil dari generasi rudal sebelumnya adalah penggunaan bahan bakar padat. Teknologi ini memungkinkan rudal disimpan dalam kondisi siap digunakan tanpa memerlukan proses pengisian bahan bakar sebelum peluncuran.
Keunggulan tersebut membuat waktu persiapan peluncuran menjadi jauh lebih singkat. Selain itu, penggunaan bahan bakar padat juga dapat mengurangi kemungkinan rudal terdeteksi oleh sistem pengintaian musuh sebelum diluncurkan.
Rudal ini juga dilaporkan memiliki kemampuan manuver selama fase penerbangan. Kemampuan tersebut membuat sistem pertahanan udara konvensional lebih sulit melakukan pencegatan. Karakteristik ini membuat Sejjil kerap dijuluki sebagai dancing missile.
Varian Pengembangan Rudal Sejjil
Seiring perkembangan program persenjataan Iran, beberapa varian rudal Sejjil Iran dilaporkan telah dikembangkan. Salah satu varian yang paling dikenal adalah Sejjil-2.
Versi ini disebut memiliki peningkatan pada sistem navigasi serta kendali penerbangan. Sistem tersebut menggunakan kombinasi navigasi inersial dan panduan berbasis satelit untuk meningkatkan tingkat akurasi saat mencapai target.
Selain itu, sejumlah laporan juga menyebutkan adanya pengembangan varian Sejjil-3 yang masih berada pada tahap pengujian. Varian terbaru ini disebut memiliki tiga tahap pendorong dengan jangkauan yang diperkirakan dapat mencapai sekitar 4.000 kilometer, meskipun perincian teknisnya belum dikonfirmasi secara luas oleh pihak resmi.
Penggunaan Rudal Sejjil dalam Konflik Iran
Dalam konflik terbaru dengan Amerika Serikat dan Israel, Iran dilaporkan menggunakan rudal Sejjil Iran dalam salah satu gelombang serangan yang menargetkan fasilitas militer serta infrastruktur strategis.
Media Pemerintah Iran menyebutkan rudal tersebut diarahkan ke pusat komando dan fasilitas militer yang berkaitan dengan operasi udara Israel. Serangan itu juga memicu sirene peringatan di berbagai wilayah, termasuk di Tel Aviv.
Penggunaan Sejjil dalam operasi militer ini menandai perubahan penting dalam statusnya. Jika sebelumnya sistem ini lebih dikenal sebagai bagian dari strategi pencegah strategis, kini rudal tersebut dilaporkan telah digunakan secara langsung dalam operasi tempur.
Program pengembangan rudal menjadi salah satu pilar utama dalam strategi pertahanan Iran. Keterbatasan armada pesawat tempur modern membuat negara tersebut menempatkan kekuatan rudal sebagai komponen utama dalam kemampuan serangan jarak jauh.
Selain Sejjil, Iran juga mengembangkan sejumlah rudal balistik jarak menengah lainnya, seperti Khorramshahr missile, Emad missile, Ghadr missile, serta sistem generasi baru Kheibar Shekan missile.
Negara tersebut juga memperkenalkan program rudal hipersonik, seperti keluarga Fattah hypersonic missile, yang dirancang mampu melaju dengan kecepatan sangat tinggi sekaligus bermanuver selama penerbangan.
Kombinasi antara rudal jarak jauh, kapasitas hulu ledak besar, serta teknologi peluncuran mobile semakin memperluas kemampuan proyeksi kekuatan militer Iran di kawasan.
Rudal Sejjil termasuk salah satu sistem balistik paling maju yang dikembangkan Iran dalam beberapa dekade terakhir. Dengan jangkauan hingga sekitar 2.000 kilometer, penggunaan bahan bakar padat, serta kemampuan manuver selama penerbangan, rudal ini menjadi komponen penting dalam kekuatan militer negara tersebut.
Penggunaan Sejjil dalam konflik terbaru menunjukkan sistem tersebut tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat pencegah strategis, tetapi juga telah menjadi bagian dari operasi militer aktif.
Perkembangan teknologi rudal Iran, termasuk pengembangan varian baru dan sistem hipersonik, diperkirakan akan terus menjadi perhatian dalam dinamika keamanan Kawasan Timur Tengah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




