Pezeshkian Tegaskan Rakyat Iran Tak Musuhi Warga AS meski Diserang
Kamis, 2 April 2026 | 10:54 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa rakyat Iran tidak memusuhi rakyat Amerika Serikat (AS) dan negara lain. Hal ini ia ungkapkan saat perang AS-Israel dengan Iran memanas.
Pernyataan Pezeshkian disampaikan melalui surat terbuka yang ditujukan kepada rakyat AS. Pada pesannya, Pezeshkian menekankan bahwa rakyat Iran mampu membedakan antara pemerintah dan masyarakat dalam suatu negara.
"Rakyat Iran tidak menyimpan permusuhan terhadap bangsa lain, termasuk rakyat Amerika, Eropa, atau negara-negara tetangga," kata Pezeshkian.
Ia menambahkan, di tengah intervensi dan tekanan asing yang berulang kali sepanjang sejarah yang membanggakan, rakyat Iran secara konsisten membuat perbedaan yang jelas antara pemerintah dan rakyat yang mereka pimpin.
Lebih lanjut, Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak pernah memilih jalur agresi dalam sejarah modern. Ia menyebut negaranya tidak menempuh ekspansi, kolonialisme, maupun dominasi, meskipun kerap menghadapi tekanan dari kekuatan global.
Ia juga menuding narasi yang menggambarkan Iran sebagai ancaman merupakan konstruksi yang dibuat oleh Israel untuk mengalihkan perhatian dunia dari konflik Palestina.
Selain itu, Pezeshkian menyoroti peningkatan kehadiran militer AS di sekitar wilayah Iran. Menurutnya, aktivitas tersebut justru memperlihatkan potensi ancaman yang lebih besar dari pihak luar.
Menanggapi ancaman Presiden AS Donald Trump terkait rencana serangan terhadap fasilitas energi Iran, Pezeshkian menilai langkah tersebut akan berdampak langsung pada rakyat sipil.
Ia menegaskan bahwa serangan terhadap infrastruktur vital merupakan pelanggaran serius dalam hukum internasional.
“Serangan terhadap infrastruktur vital negara secara langsung menargetkan rakyat Iran dan itu merupakan kejahatan perang,” ujarnya.
Pezeshkian juga menyebut keterlibatan AS dalam konflik ini sebagai bentuk dukungan terhadap Israel. Ia menilai Washington telah bertindak sebagai proksi Israel dalam konflik yang terus memanas.
Menurutnya, Israel berupaya memperpanjang konflik dengan memanfaatkan kekuatan dan sumber daya Amerika Serikat demi kepentingannya sendiri.
Pada akhir pernyataannya, Pezeshkian menilai dunia saat ini berada di titik krusial antara konfrontasi dan dialog, yang akan menentukan arah stabilitas global ke depan.
Sebagai latar belakang, konflik meningkat sejak 28 Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan ke Teheran dan sejumlah wilayah Iran, yang kemudian dibalas dengan serangan rudal dan drone oleh Iran ke berbagai target di Timur Tengah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




