Begini Kondisi Selat Hormuz pada Minggu 19 April 2026
Minggu, 19 April 2026 | 12:44 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Iran kembali menutup Selat Hormuz pada Minggu (19/4/2026) dini hari, memicu ketegangan baru di jalur energi global. Penutupan ini disertai laporan serangan terhadap kapal yang melintas di perairan strategis tersebut.
Langkah ini diambil hanya sehari setelah Iran sempat menyatakan jalur tersebut aman bagi kapal komersial. Namun, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) kembali memperketat akses sebagai respons atas kebijakan Amerika Serikat yang mempertahankan blokade terhadap pelabuhan Iran.
Dirangkum dalam laporan The New York Times, Minggu (19/4/2026), sejumlah insiden pun terjadi di lapangan. Dua kapal berbendera India dilaporkan menjadi sasaran serangan, hingga pemerintah India memanggil duta besar Iran. Sementara itu, United Kingdom Maritime Trade Operations menerima laporan kapal tanker ditembaki oleh kapal bersenjata yang diduga milik Iran.
Selain itu, sebuah kapal kontainer juga dilaporkan terkena proyektil tak dikenal. Data pelacakan menunjukkan sejumlah kapal tanker memilih berbalik arah, mencerminkan meningkatnya risiko di jalur distribusi minyak dunia tersebut.
Meski situasi di laut memanas, jalur diplomasi masih berjalan. Iran disebut tengah meninjau proposal baru dari Amerika Serikat yang disampaikan melalui Pakistan dalam upaya meredakan konflik.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengakui adanya kemajuan dalam negosiasi. Namun, ia menegaskan kesepakatan final masih jauh dari tercapai.
Pada sisi lain, kondisi di Lebanon mulai mereda setelah gencatan senjata 10 hari. Ribuan warga dilaporkan kembali ke wilayah selatan, sementara Hizbullah menyatakan kesiapan bekerja sama dengan pemerintah untuk mengakhiri konflik.
Meski demikian, analis memperingatkan dampak penutupan Selat Hormuz tidak akan cepat pulih. Gangguan distribusi yang terjadi diperkirakan membuat harga energi global tetap tinggi dalam beberapa pekan ke depan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




