ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Netanyahu: Israel Pantang Mundur dari Wilayah Lebanon Selatan

Jumat, 19 Juni 2026 | 17:04 WIB
RA
RA
Penulis: Rizky Pradita Ananda | Editor: RP
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (AP/Ariel Schalit)

Tel Aviv, Beritasatu.com – Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menegaskan Israel menolak angkat kaki dan akan tetap mempertahankan kehadiran militer di wilayah Lebanon selatan demi alasan keamanan nasional.

Dalam pernyataannya, Netanyahu mengatakan masih terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi Israel di wilayah tersebut.

“Masih ada tantangan tambahan di depan kita, dan itu membutuhkan ketenangan, komitmen yang teguh terhadap kepentingan keamanan kita, dan menjaga hubungan penting dengan teman-teman Amerika Serikat kita,” ujar Netanyahu. 

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan, keamanan wilayah utara Israel menjadi salah satu prioritas utama pemerintahannya. Karena itu, Israel menilai perlu mempertahankan apa yang mereka sebut sebagai zona keamanan di Lebanon selatan.

“Memulihkan keamanan di wilayah Israel utara membutuhkan pemeliharaan zona keamanan di Lebanon selatan dan tidak menarik diri darinya selama kebutuhan keamanan Israel membutuhkannya,” tegasnya, mengutip Middle East Monitor, Jumat (19/6/2026). 

Sementara itu, sejumlah media AS melaporkan Israel tengah melakukan pembicaraan dengan Washington untuk memastikan keberlanjutan kehadiran pasukan tentaranya di Lebanon selatan. Langkah tersebut dilakukan meskipun terdapat pasal terkait ketentuan dalam nota kesepahaman atau kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran yang menegaskan penghormatan terhadap integritas teritorial dan kedaulatan Lebanon.

Secara terpisah, militer Israel juga mengumumkan akan melanjutkan operasi militernya di Lebanon selatan. Operasi tersebut mencakup apa yang Tel Aviv sebut sebagai upaya penghapusan ancaman, termasuk di luar wilayah yang dikategorikan sebagai zona keamanan.

Sebagai informasi, Israel meluncurkan serangan terbaru menargetkan posisi kelompok Hizbullah di wilayah selatan Lebanon pada Kamis (18/6/2026) malam. Melansir Al Jazeera, menurut sejumlah laporan, serangan Israel sepanjang malam hingga Jumat (19/6/2026) dilaporkan menewaskan setidaknya 16 orang di Lebanon selatan. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon