Kini Muncul Subvarian BA.2 yang Dijuluki “Siluman Omicron”
Selasa, 25 Januari 2022 | 15:49 WIB
London, Beritasatu.com – Setelah heboh gelombang infeksi varian Covid-19 Omicron, kini muncul kabar tentang versi lain dari varian yang lebih menular, yang dijuluki BA.2. Varian ini bahkan dijuluki "siluman Omicron" karena tampaknya mampu menghindari identifikasi lebih baik dari pendahulunya.
Sementara varian lainnya eperti Mu atau Lambda, memiliki dampak yang kecil, dan detailnya tetap samar. Indikasi awal memperlihatkan, bahwa BA.2 tampaknya menyebar bahkan di negara-negara di mana garis keturunan Omicron asli, BA.1, dominan.
Di Denmark, negara yang kebijakan Covid-nya sering dikontraskan dengan AS, BA.2 sekarang menyumbang hampir setengah dari sampel uji yang diurutkan. Pada pekan terakhir Desember, menurut data Statens Serum Institut di bawah naungan Kementerian Kesehatan Denmark, subvarian menyumbang 20% dari seluruh kasus Covid-19 di Denmark. Pada minggu kedua Januari, pangsanya telah meningkat menjadi sekitar 45% dari total.
Baca Juga: Diberi Nama IHU, Prancis Laporkan Varian Baru Covid
"Selama periode yang sama, frekuensi relatif BA.1 telah turun," menurut pernyataan dari lembaga tersebut. "BA.1 dan BA.2 memiliki banyak perbedaan dalam mutasi mereka di bidang yang paling penting. Faktanya, perbedaan antara BA.1 dan BA.2 lebih besar daripada perbedaan antara varian asli dan varian Alpha."
Contoh analisis awal BA.2 di negara tersebut "tidak menunjukkan perbedaan dalam rawat inap," menurut SSI. Juga tidak jelas seberapa efektif vaksin saat ini terhadap subvarian.
Wilayah Inggris Raya, Norwegia, Prancis, India, dan Swedia juga mengalami kasus cabang Omicron pada tingkat yang lebih rendah, seperti halnya AS.
BA.2 "telah ditetapkan sebagai varian yang sedang diselidiki" oleh Badan Keamanan Kesehatan Inggris. Versi baru Omicron pertama kali terdeteksi di Inggris pada 6 Desember 2021, menurut laporan HSA. Hingga saat ini, ada 426 kasus yang dikonfirmasi, dengan konsentrasi terbesar berpusat di sekitar London.
"Analisis awal menunjukkan tingkat pertumbuhan yang meningkat dibandingkan dengan BA.1, namun, tingkat pertumbuhan memiliki tingkat kepastian yang rendah di awal kemunculan varian dan analisis lebih lanjut diperlukan," bunyi laporan tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




