Tidak Ikut Perang, Inggris Bantu Ukraina Lewat … Twitter
Sabtu, 26 Februari 2022 | 03:50 WIB
Beritasatu.com – Informasi intelijen seharusnya diperlakukan sangat rahasia dan hanya diberikan kepada pihak tertentu yang berwenang, apalagi jika menyangkut informasi perang dan keamanan.
Namun, intelijen Inggris membuat pengecualian ketika Rusia menginvasi Ukraina, dengan membeberkan semua informasi penting di Twitter, platform media sosial yang bisa diakses siapa pun termasuk Anda.
Akun Kementerian Pertahanan dan Intelijen Inggris memberi informasi sangat penting tentang posisi pasukan dan konvoi kendaraan militer Rusia, juga wilayah-wilayah di mana terjadi pemboman oleh pasukan Vladimir Putin.
The unprovoked and illegal assault on Ukraine is continuing. See below for an update from Defence Intelligence. #StandWithUkraine pic.twitter.com/TwlnDxLCuV
ADVERTISEMENT— Ministry of Defence 🇬🇧 (@DefenceHQ) February 25, 2022
Pantauan Beritasatu, setiap satu atau dua jam informasi itu diperbarui dengan tajuk "intelligence update" (info intelijen terbaru) atau "Russian attacks and troop locations" (lokasi-lokasi serangan dan pasukan Rusia).
Unggahan tersebut disertai infografis dan peta yang sangat mudah dipahami siapa pun.
Dalam sejarah perang modern, baru kali ini terjadi sebuah negara memberi bantuan informasi intelijen begitu penting kepada negara lain lewat saluran informasi publik.
Cuitan-cuitan Kementerian Pertahanan Inggris juga rutin mengecam aksi militer Rusia dan memuat foto, kalimat, atau informasi yang memuji dan memberi semangat kepada rakyat dan militer Ukraina.
Bisa dipastikan bahwa tujuan Inggris memilih cara yang tidak biasa ini adalah untuk membantu militer dan warga sipil Ukraina agar bersiap menghadapi gempuran Rusia dan mengetahui posisi pasukan musuh lebih dini.
Inggris memastikan tidak akan terjun ke medan perang Ukraina dan berhadapan langsung dengan tentara Rusia guna mencegah eskalasi konflik melawan negara adidaya militer.
Di sisi lain, Inggris mengecam keras invasi Rusia dan telah menjatuhkan sanksi ekonomi berat kepada rezim dan perusahaan-perusahaan Rusia.
Baca Juga: Menhan Inggris: Rusia Kehilangan 450 Personel di Ukraina
Sebelum invasi Rusia dimulai, intelijen Inggris sudah melihat gelagat ke arah sana dan menjanjikan bantuan senjata bela diri seperti meriam anti tank kepada Ukraina.
"Saya tidak ingin memicu perang Eropa. Namun, saya ingin membantu Ukraina bertempur di setiap ruas jalan dengan peralatan apa pun yang bisa kami berikan kepada mereka," kata Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace kepada BBC, Jumat (25/2/2022).
Ukraina bukan anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) sehingga Inggris tidak bisa serta merta terjun membela Ukraina bersama para anggota NATO lainnya.
Dengan demikian, Inggris dan NATO juga tidak bisa mengerahkan pesawat tempurnya atau menutup zona terbang di atas Ukraina.
"Untuk menetapkan no-fly zone, saya harus mengerahkan jet-jet tempur Inggris langsung berhadapan dengan jet tempur Rusia. NATO juga harus lebih dulu menyatakan perang kepada Rusia," kata Wallace.
"Meskipun sejak 2008 Inggris mensponsori dan mendukung Ukraina agar bisa masuk NATO, negara-negara lain tidak mengizinkan mereka masuk," imbuhnya.
Baca Juga: Rekrut Warga Sipil, Ukraina Bagikan 18.000 Senjata
Pada hari yang sama, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menelepon Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk menyampaikan dukungan dan semangat.
Johnson mengatakan Inggris sangat terkesan dengan keberanian pasukan Ukraina melawan Rusia dan menjanjikan bantuan "apapun yang bisa dilakukan".
"Ketahuilah Volodymyr, kami yakin Putin akan gagal dan hal seperti inilah yang menjadi tujuan pemerintah Inggris sekarang," ucap Johnson kepada Zelensky.
Baca Juga: Putin Minta Tentara Ukraina Gulingkan Pemerintahnya Sendiri
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




