ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Umat Islam Ukraina Mengaku Kesulitan Ibadah Puasa

Senin, 4 April 2022 | 13:23 WIB
RS
B
Penulis: Rully Satriadi | Editor: B1
Seorang wanita memeluk seorang gadis ketika pengungsi dari Ukraina menunggu transportasi di pos pemeriksaan perbatasan Moldova-Ukraina dekat kota Palanca pada 1 Maret 2022.
Seorang wanita memeluk seorang gadis ketika pengungsi dari Ukraina menunggu transportasi di pos pemeriksaan perbatasan Moldova-Ukraina dekat kota Palanca pada 1 Maret 2022. (AFP/Getty Images/Nikolay Doychinov)

Jakarta, Beritasatu.com -  Para pemimpin minoritas umat Islam di Ukraina mengaku kesulitan menjalani ibadah puasa sebagai dampak serangan Rusia yang menghancurkan infrastruktur dan mengganggu ketersediaan pasokan bahan pokok.

"Sejak tahun 2014 umat Islam di Ukraina, terutama di Crimea kesulitan untuk beribadah. Tiga masjid dihancurkan, dan sekarang untuk menjalankan ibadah saja, mendapatkan air pun sulit. Ibadah selama Ramadan akan sulit," tutur Mufti Ukraina, Sheikh Said Ismagilov dalam sebuah video dari sebuah diskusi bertajuk "Apa betul Naziisme berkembang di Ukraina?"

Diskusi tertutup melalui aplikasi zoom tersebut digelar Center of Communication Crisis and Conflict (C4) Sekolah Pasca Sarjana Universitas Sahid (Usahid) Jakarta dan Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) akhir Maret lalu.

Hadir dalam diskusi tersebut Vasyl Hamianin Dubes Ukraina untuk Indonesia, Sheikh Said Ismagilov Mufti (Pemimpin umat Islam) Ukraina, Sheikh Aider Rustemov Mufti komunitas Islam Crimea Tartar, dan Romo Andrii Zelinskyi yang berasal dari Gereja Katolik Yunani.

ADVERTISEMENT

Dalam ketearngan pers yang diterima Beritasatu.com, Senin (4/4/2022) disebutkan, berdasarkan agama, populasi Ukraina didominasi oleh Kristen Ortodoks. Orang Islam di Ukraina berjumlah sekitar 4% dari keseluruhan jumlah penduduknya. Kebanyakan mereka adalah kaum Tatar Krimea dan tinggal di semenanjung Crimea.

Di Kota Kyiv sendiri ada sekitar 50.000 warga muslim termasuk dari mereka merupakan warga yang berasal dari luar negara. Mereka memiliki Masjid Ar-Rahma yang berada di jantung kota. Masjid ini didirikan sebagai simbol persaudaraan dan perdamaian.

Badan Urusan Agama Islam Ukraina (DUMA), di bawah kabinet kementerian kabinet Ukraina menyatukan seluruh komunitas muslim di Ukraina. Pemimpin DUMA yang mengorganisir di antara komunitas muslim Ukraina dan luar negeri.

DUMA berupaya menyebarkan ajaran Islam yang benar guna melawan ideologi ektrimis yang saat ini oleh sebagian orang disematkan kepada Islam. DUMA merupakan anggota tetap dari Dewan Keagamaan dan Tempat Ibadah Seluruh Ukraina. DUMA melibatkan diri dalam berbagai konfrensi, simposium termasuk berpartisipasi dalam pembentukan dialog lintas agama.

Kehidupan masyarakat Muslim Ukraina di wilayah semenanjung Crimea mendapat tekanan hebat sejak tahun 2014 ketika Rusia mendukung pemberontakan kelompok separatis mayoritas etnis Rusia beragama Kristen Ortodoks.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Putin Sebut Perang Rusia dan Ukraina Bakal Berakhir dalam Waktu Dekat

Putin Sebut Perang Rusia dan Ukraina Bakal Berakhir dalam Waktu Dekat

INTERNASIONAL
Gyokeres Cetak Hat Trick, Swedia Selangkah Lagi ke Piala Dunia 2026

Gyokeres Cetak Hat Trick, Swedia Selangkah Lagi ke Piala Dunia 2026

SPORT
Zelenksy Ungkap Ngerinya Drone Iran Dipoles Rusia, AS-Israel Terancam

Zelenksy Ungkap Ngerinya Drone Iran Dipoles Rusia, AS-Israel Terancam

INTERNASIONAL
Seberapa Canggih Drone Interseptor Ukraina Penangkal Serangan Iran?

Seberapa Canggih Drone Interseptor Ukraina Penangkal Serangan Iran?

INTERNASIONAL
Ukraina Bantu AS Tangkal Drone Iran, Ternyata Ini 7 Motifnya

Ukraina Bantu AS Tangkal Drone Iran, Ternyata Ini 7 Motifnya

INTERNASIONAL
Ukraina Tawarkan Bantuan Lawan Drone Iran

Ukraina Tawarkan Bantuan Lawan Drone Iran

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon