ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ukraina Bantu AS Tangkal Drone Iran, Ternyata Ini 7 Motifnya

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:21 WIB
KU
TE
Penulis: Khansa Aprita Utami | Editor: TCE
Ilustrasi tentara Ukraina dengan drone pengintai.
Ilustrasi tentara Ukraina dengan drone pengintai. (AP Photo/Andrii Marienko)

Jakarta, Beritasatu.com - Keputusan Ukraina untuk membantu Amerika Serikat dan sejumlah negara di Timur Tengah menghadapi serangan drone Iran menjadi perhatian di tengah situasi geopolitik global yang semakin kompleks.

Langkah tersebut diambil ketika Ukraina sendiri masih terlibat dalam konflik berkepanjangan dengan Rusia.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan Kyiv mengirim drone pencegat serta tim ahli drone untuk membantu melindungi pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania.

Bantuan itu diberikan setelah adanya permintaan dari Washington, yang kemudian direspons cepat oleh pemerintah Ukraina dengan mengirimkan tim spesialis ke kawasan tersebut.

ADVERTISEMENT

Meski terlihat sebagai bentuk dukungan militer kepada sekutu, keputusan ini juga berkaitan dengan berbagai kepentingan strategis Ukraina. Mulai dari pengalaman tempur menghadapi drone Iran, kebutuhan memperkuat pertahanan udara, hingga upaya memperluas dukungan diplomatik di tingkat internasional.

Berikut ini deretan alasan mengapa Ukraina membantu Amerika Serikat dan negara Timur Tengah untuk menghadapi drone milik Iran, yang dikutip dari NYTimes dan Al Jazeera.

Alasan Ukraina Membantu AS dan Negara Timur Tengah Hadapi Drone Iran

1. Ukraina memiliki pengalaman menghadapi drone Iran

Salah satu alasan utama Ukraina dapat membantu Amerika Serikat dan negara-negara Timur Tengah adalah pengalaman militernya dalam menghadapi drone buatan Iran.

Sejak invasi Rusia pada 2022, Moskow secara rutin menggunakan drone serang jenis Shahed yang diproduksi Iran untuk menyerang kota-kota di Ukraina. Serangan tersebut memaksa Ukraina mengembangkan berbagai metode baru untuk menangkal ancaman drone secara efektif.

Dalam prosesnya, Ukraina berhasil menciptakan sejumlah sistem pertahanan yang lebih efisien. Selain menggunakan senapan mesin berat dan sistem gangguan elektronik, negara tersebut juga mengembangkan drone pencegat berbiaya rendah untuk menghancurkan drone lawan.

Data militer Ukraina menunjukkan sebagian besar drone serang yang diluncurkan Rusia kini dapat dihancurkan sebelum mencapai sasaran. Pengalaman tempur yang panjang inilah yang membuat Ukraina dianggap memiliki keahlian khusus dalam menghadapi ancaman drone Shahed.

2. Sistem pertahanan Barat terlalu mahal untuk drone murah

Alasan lain di balik keterlibatan Ukraina adalah persoalan efisiensi biaya dalam sistem pertahanan udara. Drone Shahed dikenal relatif murah untuk diproduksi, dengan biaya puluhan ribu dolar per unit.

Sebaliknya, sistem pertahanan udara Barat seperti rudal Patriot memiliki biaya yang jauh lebih tinggi, bahkan bisa mencapai jutaan dolar untuk satu rudal pencegat.

Perbedaan biaya yang sangat besar ini membuat penggunaan rudal mahal menjadi kurang efisien jika digunakan untuk menghancurkan drone murah dalam jumlah besar.

Dalam situasi tersebut, teknologi pencegat murah yang dikembangkan Ukraina menjadi solusi alternatif. Dengan menggunakan drone pencegat berbiaya rendah, serangan drone dapat dihadapi secara lebih efisien tanpa menguras persediaan rudal mahal.

3. Ukraina ingin mendapatkan dukungan militer tambahan

Di sisi lain, bantuan yang diberikan Ukraina juga berkaitan langsung dengan kebutuhan militernya sendiri dalam menghadapi Rusia. Kyiv saat ini masih membutuhkan tambahan sistem pertahanan udara canggih, khususnya rudal untuk sistem Patriot.

Sistem ini sangat penting bagi Ukraina untuk menghadapi serangan rudal balistik Rusia yang memiliki daya hancur lebih besar. Oleh karena itu, Ukraina menawarkan kerja sama berupa pertukaran teknologi dan dukungan militer.

Kyiv bersedia membantu negara-negara Timur Tengah menghadapi serangan drone Iran, sementara di sisi lain Ukraina berharap memperoleh sistem pertahanan udara yang lebih kuat dari Amerika Serikat dan sekutunya.

Pendekatan ini dinilai sebagai strategi untuk memperkuat pertahanan Ukraina tanpa sepenuhnya bergantung pada bantuan militer baru yang sering kali terbatas.

4. Upaya memperkuat hubungan dengan Amerika Serikat

Langkah Ukraina membantu Amerika Serikat juga tidak terlepas dari pertimbangan politik dan diplomatik. Dengan memberikan dukungan dalam menghadapi ancaman drone di Timur Tengah, Kyiv berupaya memperkuat posisinya sebagai mitra strategis Washington.

Hubungan antara Ukraina dan Amerika Serikat sempat mengalami dinamika terkait proses negosiasi perdamaian dengan Rusia. Dalam konteks tersebut, Ukraina ingin menunjukkan bahwa negara tersebut tetap berperan aktif sebagai sekutu yang dapat memberikan kontribusi nyata dalam isu keamanan global.

Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat kembali dukungan politik maupun militer dari Amerika Serikat.

5. Mencari dukungan dari negara Timur Tengah

Selain mempererat hubungan dengan Amerika Serikat, Ukraina juga berupaya membangun hubungan yang lebih luas dengan negara-negara di Timur Tengah. Beberapa negara di kawasan tersebut diketahui memiliki hubungan diplomatik yang cukup kuat dengan Rusia.

Oleh karena itu, Ukraina melihat peluang untuk membangun komunikasi baru melalui kerja sama keamanan. Dengan memberikan bantuan dalam menghadapi ancaman drone, Kyiv berharap negara-negara Timur Tengah dapat memberikan dukungan diplomatik atau membantu mendorong Rusia menuju upaya gencatan senjata.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi Ukraina memperluas jaringan dukungan internasional.

6. Menunjukkan kapasitas teknologi militer Ukraina

Perang yang berlangsung selama beberapa tahun terakhir juga telah mendorong perkembangan pesat industri pertahanan Ukraina. Tekanan dari konflik dengan Rusia membuat Ukraina mengembangkan berbagai inovasi militer, terutama dalam teknologi drone dan sistem pertahanan udara.

Dengan membantu negara lain menghadapi ancaman yang sama, Ukraina sekaligus menunjukkan kemampuan teknologi militernya kepada dunia internasional. Langkah ini berpotensi membuka peluang kerja sama pertahanan, pertukaran teknologi, maupun dukungan internasional yang lebih luas bagi Ukraina di masa mendatang.

7. Strategi Ukraina di tengah konflik global

Keputusan Ukraina membantu Amerika Serikat dan negara-negara Timur Tengah menghadapi serangan drone Iran bukan hanya langkah militer biasa. Di baliknya terdapat kombinasi kepentingan strategis, militer, dan diplomatik yang saling berkaitan.

Pengalaman panjang Ukraina dalam menghadapi drone Shahed menjadikannya salah satu negara dengan keahlian paling relevan dalam menghadapi ancaman tersebut.

Pada saat yang sama, bantuan ini juga dimanfaatkan Kyiv untuk memperkuat hubungan internasional, mendapatkan dukungan militer tambahan, serta memperluas pengaruhnya dalam dinamika keamanan global.

Dengan strategi tersebut, Ukraina berupaya menjaga kepentingan nasionalnya sekaligus memperkuat posisinya di tengah konflik geopolitik yang terus berkembang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Putin Sebut Perang Rusia dan Ukraina Bakal Berakhir dalam Waktu Dekat

Putin Sebut Perang Rusia dan Ukraina Bakal Berakhir dalam Waktu Dekat

INTERNASIONAL
Gyokeres Cetak Hat Trick, Swedia Selangkah Lagi ke Piala Dunia 2026

Gyokeres Cetak Hat Trick, Swedia Selangkah Lagi ke Piala Dunia 2026

SPORT
Zelenksy Ungkap Ngerinya Drone Iran Dipoles Rusia, AS-Israel Terancam

Zelenksy Ungkap Ngerinya Drone Iran Dipoles Rusia, AS-Israel Terancam

INTERNASIONAL
Seberapa Canggih Drone Interseptor Ukraina Penangkal Serangan Iran?

Seberapa Canggih Drone Interseptor Ukraina Penangkal Serangan Iran?

INTERNASIONAL
Ukraina Tawarkan Bantuan Lawan Drone Iran

Ukraina Tawarkan Bantuan Lawan Drone Iran

INTERNASIONAL
Jasad Ditemukan di Bali Ternyata Anak Bos Mafia Ukraina Igor Kumarov

Jasad Ditemukan di Bali Ternyata Anak Bos Mafia Ukraina Igor Kumarov

BALI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon