ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kekeringan, 7,2 Juta Warga Etiopia Butuh Bantuan Pangan

Minggu, 5 Juni 2022 | 09:25 WIB
UW
UW
Penulis: Unggul Wirawan | Editor: WIR
Seorang bayi dengan gizi buruk terbaring di tempat tidur untuk perawatan di Rumah Sakit Bersalin dan Anak Banadir di Mogadishu, Somalia, pada 1 Juni 2022.
Seorang bayi dengan gizi buruk terbaring di tempat tidur untuk perawatan di Rumah Sakit Bersalin dan Anak Banadir di Mogadishu, Somalia, pada 1 Juni 2022. (AFP/Ed Ram)

Addis Ababa, Beritasatu.com- Kondisi kekeringan di seluruh Etiopia telah menyebabkan lebih dari 7,2 juta orang membutuhkan bantuan makanan. Seperti dilaporkan Xinhua, Sabtu (4/6/2022), data itu disampaikan Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (UNOCHA).

Dalam laporan pembaruan situasi kekeringan terbaru Jumat, UNOCHA menyatakan lebih dari 7,2 juta penggembala dan penggembala pertanian di empat wilayah Etiopia membutuhkan bantuan makanan. Wilayah Etiopia yang terkena dampak kekeringan adalah Somalia, Oromia, wilayah Selatan dan Barat Daya.

UNOCHA menyatakan kekeringan yang disebabkan oleh iklim di negara Afrika Timur adalah yang paling parah dalam 40 tahun setelah empat musim hujan yang gagal berturut-turut sejak akhir 2020.

Baca Juga: Kekeringan di Tanduk Afrika Berdampak pada 18 Juta Orang

ADVERTISEMENT

"Kekeringan yang berkepanjangan terus membahayakan mata pencaharian yang rapuh yang sangat bergantung pada ternak dan memperdalam kerawanan pangan dan kekurangan gizi," ungkap laporan UNOCHA.

Menurut PBB, kondisi kekeringan berkepanjangan di Etiopia juga menyebabkan 4,4 juta orang membutuhkan bantuan air.

Laporan UNOCHA juga menyatakan konsekuensi dari kondisi kekeringan yang berkepanjangan di negara Afrika Timur telah meluas ke hilangnya ternak. UNOCHA juga melaporkan 2,1 juta kematian ternak tercatat sejauh ini dan 22 juta ternak lainnya diperkirakan telah sangat kurus karena kekeringan.

Baca Juga: PBB Peringatkan Risiko Besar Kekeringan Global

Laporan UNOCHA memperingatkan kondisi kekeringan yang diperkirakan dalam beberapa bulan mendatang akan meluas ke wilayah geografis baru di Etiopia, sehingga memerlukan peningkatan bantuan kemanusiaan darurat.

UNOCHA mengungkapkan pada bulan April bahwa wilayah Tanduk Afrika mengalami salah satu kekeringan paling parah dalam sejarah baru-baru ini, dengan lebih dari 15 juta orang mengalami kerawanan pangan akut di Etiopia, Kenya dan Somalia.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

BPBD Lumajang Siaga Mobil Tangki Hadapi Kemarau Panjang Akibat El Nino

BPBD Lumajang Siaga Mobil Tangki Hadapi Kemarau Panjang Akibat El Nino

JAWA TIMUR
BMKG Ingatkan El Nino Bisa Picu Panas Ekstrem dan Kekeringan 2026

BMKG Ingatkan El Nino Bisa Picu Panas Ekstrem dan Kekeringan 2026

EKONOMI
Siklus Air Global Kacau, WMO: Banjir dan Kekeringan Makin Ekstrem

Siklus Air Global Kacau, WMO: Banjir dan Kekeringan Makin Ekstrem

INTERNASIONAL
Musim Kemarau, BMKG Sebut 5 Kabupaten Ini Sudah Mulai Kekeringan

Musim Kemarau, BMKG Sebut 5 Kabupaten Ini Sudah Mulai Kekeringan

NUSANTARA
BPBD Pandeglang Antisipasi Bencana Kekeringan dan Kebakaran

BPBD Pandeglang Antisipasi Bencana Kekeringan dan Kebakaran

BANTEN

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon