ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Digempur Rusia, Ukraina Minta Kiriman Senjata Dipercepat

Sabtu, 11 Juni 2022 | 13:03 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Kuburan baru terlihat di sebuah pemakaman di kota Mariupol, Ukraina pada 2 Juni 2022.
Kuburan baru terlihat di sebuah pemakaman di kota Mariupol, Ukraina pada 2 Juni 2022. (AFP)

Kyiv, Beritasatu.com - Pemerintah Ukraina meminta lebih banyak bantuan dari Barat pada Jumat (10/6/2022) dengan memohon kiriman senjata dipercepat untuk menahan serbuan pasukan Rusia yang bersenjata lebih baik.

Selain itu, Ukraina juga meminta bantuan kemanusiaan guna memerangi penyakit mematikan.

Di Sievierodonetsk, kota kecil yang menjadi fokus serangan Rusia di Ukraina timur dan salah satu titik paling sengit dalam perang memasuki bulan keempat, pertempuran hebat terus terjadi.

Di selatan, Jota Mariupol yang telah berubah menjadi puing-puing akibat pengepungan Rusia, wali kota mengatakan, sistem sanitasi rusak dan mayat membusuk di jalan-jalan.

ADVERTISEMENT

Baca Juga: Warga Mariupol di Ukraina Terpaksa Mengungsi ke Rusia

"Ada wabah disentri dan kolera ... Perang telah menelan korban 20.000 penduduk ... sayangnya, dengan wabah infeksi ini, akan merenggut ribuan jiwa lagi di Mariupol," katanya kepada televisi nasional.

Dia meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Komite Internasional Palang Merah untuk bekerja membangun koridor kemanusiaan untuk memungkinkan penduduk yang tersisa meninggalkan kota, yang sekarang berada dibawah kendali Rusia.

Dalam gambaran dampak perang yang lebih luas, badan pangan PBB mengatakan pengurangan ekspor gandum dan komoditas makanan lainnya dari Ukraina dan Rusia dapat menimbulkan kelaparan kronis bagi lebih dari 19 juta orang secara global selama tahun depan.

Presiden Volodymyr Zelensky menyerukan agar Ukraina dimasukkan sebagai bagian dari Barat, dengan jaminan yang mengikat untuk perlindungannya.

Ia juga meminta Uni Eropa agar menerima Ukraina sebagai calon anggota dan mengatakan pada konferensi di Kopenhagen melalui videolink: "Uni Eropa dapat mengambil langkah bersejarah yang akan membuktikan bahwa kata-kata tentang orang-orang Ukraina sebagai keluarga Eropa bukan hanya terbatas kata-kata."

Perang di timur, di mana Rusia memusatkan perhatiannya, sekarang menjadi pusat pertempuran artileri di mana Kyiv mengalami kesulitan untuk mempertahankan diri, kata para pejabat Ukraina.

Kondisi dapat dibalikkan hanya jika Barat memenuhi janji untuk mengirim persenjataan yang lebih banyak dan lebih baik termasuk sistem roket yang telah dijanjikan Washington dan negara lainnya.

"Sekarang adalah perang artileri," kata Vadym Skibitsky, wakil kepala intelijen militer Ukraina kepada surat kabar Guardian Inggris.

"Semuanya sekarang tergantung pada apa yang (Barat) berikan kepada kita. Ukraina hanya memiliki satu artileri, sementara Rusia hingga 10."

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Putin Sebut Perang Rusia dan Ukraina Bakal Berakhir dalam Waktu Dekat

Putin Sebut Perang Rusia dan Ukraina Bakal Berakhir dalam Waktu Dekat

INTERNASIONAL
Gyokeres Cetak Hat Trick, Swedia Selangkah Lagi ke Piala Dunia 2026

Gyokeres Cetak Hat Trick, Swedia Selangkah Lagi ke Piala Dunia 2026

SPORT
Zelenksy Ungkap Ngerinya Drone Iran Dipoles Rusia, AS-Israel Terancam

Zelenksy Ungkap Ngerinya Drone Iran Dipoles Rusia, AS-Israel Terancam

INTERNASIONAL
Seberapa Canggih Drone Interseptor Ukraina Penangkal Serangan Iran?

Seberapa Canggih Drone Interseptor Ukraina Penangkal Serangan Iran?

INTERNASIONAL
Ukraina Bantu AS Tangkal Drone Iran, Ternyata Ini 7 Motifnya

Ukraina Bantu AS Tangkal Drone Iran, Ternyata Ini 7 Motifnya

INTERNASIONAL
Ukraina Tawarkan Bantuan Lawan Drone Iran

Ukraina Tawarkan Bantuan Lawan Drone Iran

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon