Ukraina Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Suriah
Kamis, 30 Juni 2022 | 10:08 WIB
Kyiv, Beritasatu.com- Presiden Volodymyr Zelensky pada Rabu (29/6/2022) mengumumkan berakhirnya hubungan diplomatik antara Ukraina dan Suriah yang mengakui kemerdekaan Donbass dan Luganks. Seperti dilaporkan RT, pemutusan hubungan itu dilakukan setelah Suriah yang merupakan sekutu Rusia, mengakui kemerdekaan dua republik separatis Ukraina timur.
Negara bagian Donetsk dan Lugansk yang memisahkan diri, yang kemerdekaannya diakui Moskwa pada Februari, terletak di wilayah Donbas di pusat invasi Rusia dan telah lolos dari kendali Kyiv sejak 2014.
Suriah memprovokasi kemarahan Ukraina setelah menjadi negara pertama selain Rusia yang mengakui dua republik separatis pada Rabu pagi.
Baca Juga: Suriah Akui Kemerdekaan Donbass dan Lugansk dari Ukraina
"Tidak akan ada lagi hubungan antara Ukraina dan Suriah," kata Zelensky dalam satu video yang diposting di Telegram, seraya menambahkan bahwa tekanan sanksi terhadap Suriah "akan lebih besar."
Zelensky menggambarkan langkah Suriah sebagai "kisah yang tidak berharga."
Tindakan kontroversial ini bukan pertama kalinya bagi pemerintah Suriah. Sejak 2015, Suriah sangat didukung oleh Rusia dalam perang saudaranya sendiri, telah mendukung pengakuan Moskwa atas negara-negara yang memisahkan diri.
Baca Juga: Rusia Klaim Keberhasilan Militer di Donbass, Ukraina
Pada tahun 2018, Suriah mengakui Ossetia Selatan dan Abkhazia sebagai negara merdeka dari bekas negara Soviet Georgia, yang mendorong Tbilisi untuk memutuskan hubungan diplomatik.
Abkhazia dan Ossetia Selatan secara internasional diakui sebagai bagian dari Georgia, yang memperoleh kemerdekaan dari Uni Soviet pada tahun 1991. Namun Rusia dan beberapa negara lain mengakui kemerdekaan dua wilayah itu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




