Polisi Dalami Kasus Wanita Tewas Seusai Sedot Lemak di Klinik Kecantikan Depok
Sabtu, 27 Juli 2024 | 18:18 WIB
Depok, Beritasatu.com - Polres Metro Depok tengah mendalami kasus tewasnya Ella Nanda Sari Hasibuan (30), wanita asal Medan yang diduga menjadi korban malapraktik setelah menjalani sedot lemak di klinik kecantikan WSJ Beauty & Skincare di Kota Depok, Jawa Barat.
Kapolres Metro Depok Kombes Pol Arya Perdana mengatakan, polisi sedang menyelidiki kasus tersebut, mulai dari kronologi awal kejadian hingga penyebab kematian wanita asal Medan tersebut.
"Kami masih mendalami kronologis kejadiannya," ujar Arya melalui pesan singkat, Sabtu (27/7/2024).
BACA JUGA
Begini Kondisi Klinik Kecantikan di Depok yang Diduga Sebabkan Wanita Medan Tewas Seusai Sedot Lemak
Dari pantauan Beritasatu.com, kondisi klinik kecantikan WSJ yang berada di Jalan Ridwan Rais, Kecamatan Beji, Kota Depok, telah tutup sejak Kamis (25/7/2024), padahal biasanya buka setiap hari dari pukul 09.30-20.00 WIB.
Ketua RT setempat bernama Imam Sutrisno mengatakan, sebelumnya klinik tersebut merupakan salon kecantikan. Sejak pindah ke wilayahnya, usaha ini berubah menjadi klinik kecantikan.
"Operasionalnya sebagai usaha tidak pernah melibatkan kami. Ini menjadi pertanyaan karena regulasinya sering kali langsung ke tingkat yang lebih tinggi, tetapi jika ada masalah, kami yang ditanya," ujar Imam, Sabtu (27/7/2024).

Sebelumnya diberitakan, Ella Nanda diduga menjadi korban malapraktik saat menjalani sedot lemak di klinik kecantikan WSJ Depok. Korban sempat dilarikan ke sebuah rumah sakit di Margonda Depok untuk mendapatkan tindakan medis, tetapi diduga telah meninggal dunia dalam perjalanan atau di klinik tersebut.
Kakak korban bernama Okta Vivilia mengaku curiga dengan kematian adiknya. Pasalnya kematian adiknya sangat mengejutkan karena saat itu adiknya dalam keadaan sehat dan masih berkomunikasi dengannya dan teman-temannya di Medan.
Okta mengungkapkan, dia belum mengetahui pasti apakah korban meninggal saat dilakukan sedot lemak atau dalam perjalanan menuju rumah sakit. Namun, Okta menduga adiknya meninggal akibat tindakan yang salah dari pihak klinik.
"Sampai di rumah duka, jenazah juga tidak dibuka lagi, hanya nampak wajahnya saja. Jadi kami tidak tahu apa penyebab kematiannya. Saya juga sudah mengingatkan keluarga di sana untuk tidak menerima uang duka karena kami tidak tahu apa penyebab kematiannya. Pihak rumah sakit juga tidak menjelaskan apa penyebab kematiannya serta tidak memberikan rekam medis," kata Okta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Mirip Film, AS dan Iran Adu Cepat Temukan Pilot F-15E yang Jatuh




