Pelaku Penganiayaan di Daycare Tengah Hamil, Kementerian PPPA Soroti Nasib Anak dalam Kandungannya
Jumat, 2 Agustus 2024 | 16:13 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menyatakan bahwa pelaku kekerasan terhadap anak di daycare Depok harus menerima hukuman yang sesuai dengan tindakan mereka. Selain itu, penting juga agar anak yang saat ini dikandung oleh pelaku tetap mendapatkan hak dan perlindungan yang memadai.
"Kami mendengar bahwa pelaku juga sedang hamil atau mengandung. Untuk anak di dalamnya, kita pastikan agar hak anak mulai dari kandungan itu diperoleh, tetapi proses hukum tidak mempengaruhi adanya kehamilan tersebut," ungkap Atwirlany Ritonga, plt Asdep Pelayanan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus, Kementerian PPPA di Jakarta, Jumat (2/8/2024).
Atwirlany Ritonga berharap, agar proses hukum terhadap pelaku dilaksanakan secara optimal dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
"Kami juga mengapresiasikan langkah cepat Polresta Depok untuk memproses hukum ini," katanya.
Atwirlany Ritonga melanjutkan, hingga saat ini KemenPPPA baru menerima satu laporan terkait kasus kekerasan di daycare tersebut. Meski demikian, dia membuka kemungkinan untuk laporan tambahan di masa depan. Kemen PPPA juga akan terus memantau dan menyelidiki kasus kekerasan terhadap balita ini.
"Kami sedang mendampingi saksi terkait laporan korban berikutnya," tambahnya.
Lebih lanjut, dia menginformasikan bahwa Kemen PPPA akan memberikan dukungan psikologis kepada anak atau korban kekerasan dari Daycare Wensen School Depok. Informasi ini disampaikan saat kunjungan ke Polres Metro Depok pada Jumat (2/8/2024).
"ini terkait dengan pendampingan psikososialnya untuk mulai dari pengobatan. Kamu pastikan hingga pemulihan fisik dan psikis anak korban dan pendampingan psikologis bagi keluarga ini kita pastikan agar terpenuhi," tuturnya.
Atwirlany Ritonga menyebutkan bahwa pendampingan psikologis telah dimulai sejak Kamis lalu, dengan tahapan awal berupa asesmen psikologis pada korban.
"Hari ini, kami menjadwalkan pendampingan psikologis yang lebih mendalam untuk anak," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




