Kebun Hidroponik Milik Guru SD Cianjur Sukses Pasok Sayuran ke Supermarket
Selasa, 14 Januari 2025 | 14:53 WIB
Cianjur, Beritasatu.com – Cecep Sofuyollah, seorang guru di sekolah dasar negeri (SDN) Pasirmunding 4, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat berhasil mengembangkan kebun sayuran hidroponik di halaman rumahnya dengan memanfaatkan lahan seluas 360 meter persegi.
Hal tersebut membuktikan bahwa inovasi dan kerja keras seorang guru di tengah-tengah kepadatan mengajarnya dapat menghasilkan sesuatu yang luar biasa.
Cecep mulai menggeluti hidroponik sejak 2019. Bersama istrinya, ia memanfaatkan waktu luang untuk bercocok tanam. Awalnya, pria 58 tahun itu hanya menanam cabai menggunakan polybag. Namun, dengan tekad untuk belajar secara otodidak, Cecep kemudian beralih ke metode hidroponik dengan menggunakan paralon.
“Saya mulai pada 2019, saat Covid-19 melanda. Saya belajar otodidak hingga akhirnya berkembang seperti ini. Awalnya hanya menanam cabai di polybag, kemudian mencari informasi lebih banyak dan mencoba menanam sayuran,” ungkap Cecep, kepada Beritasatu.com, Selasa (14/1/2025).
Berbagai jenis sayuran hidroponik yang ditanam Cecep meliputi kangkung, pakco, sosin atau caisim, dan seledri. Setiap selesai mengajar, ia langsung merawat kebun hidroponiknya dengan bantuan istri dan anak-anaknya.

“Setelah pulang mengajar, saya langsung mengontrol kebun. Pagi hari, istri atau anak saya membantu memastikan semuanya berjalan dengan baik,” jelasnya.
Dengan 6.000 lubang tanam, kebun Cecep kini dapat memasarkan hasil sayurannya ke sejumlah supermarket di Kabupaten Cianjur, Sukabumi, dan Bogor.
“Alhamdulillah, ada pemasok yang datang langsung ke sini. Mereka memesan kangkung atau sosin untuk dikirim ke beberapa supermarket,” katanya.
Menurut Cecep, waktu panen sayuran hidroponiknya bervariasi tergantung jenis tanaman. Kangkung bisa dipanen dalam waktu 14 hari, sementara pakcoi dan sosin memerlukan waktu sekitar 29 hari. Ia menekankan pentingnya perawatan rutin untuk menjaga kualitas hasil panen.
“Perawatan harian, mingguan, dan bulanan harus diperhatikan, terutama aliran air. Jangan sampai tersendat karena itu dapat memengaruhi kualitas tanaman,” ujarnya.
Meski tidak menyebutkan secara spesifik penghasilan yang diperoleh, Cecep berharap usaha sayuran hidroponiknya terus berkembang dan dapat menjangkau pasar yang lebih luas di berbagai daerah, dengan tetap menjaga kualitas.
Cecep menjadi inspirasi bagi masyarakat di sekitarnya, membuktikan bahwa lahan terbatas bukanlah halangan untuk berinovasi dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, baik untuk keluarga maupun masyarakat. Salah satunya menebar benih tanaman di kebun dengan metode hidroponik.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




