ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

2 Tahun di Tenda Pengungsian, 200 Korban Gempa Cianjur Kini Miliki Hunian Tetap

Kamis, 16 Januari 2025 | 08:44 WIB
RM
BW
Penulis: Riski Maulana | Editor: BW
Setelah dua tahun tinggal di tenda pengungsian, sebanyak 200 korban gempa Cianjur kini memiliki hunian tetap (huntap), Rabu 15 Januari 2025.
Setelah dua tahun tinggal di tenda pengungsian, sebanyak 200 korban gempa Cianjur kini memiliki hunian tetap (huntap), Rabu 15 Januari 2025. (Beritasatu.com/Riski Maulana)

Cianjur, Beritasatu.com – Setelah dua tahun tinggal di tenda pengungsian, sebanyak 200 korban gempa Cianjur kini memiliki hunian tetap (huntap). Mereka merupakan warga Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.

Mereka mendapatkan bantuan huntap dari Kementerian Sosial (Kemensos). Rumah-rumah tersebut diresmikan langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Rabu (15/1/2025).

Warga yang menerima bantuan merupakan korban gempa berkekuatan magnitudo 5,6 yang terjadi pada 2022 lalu. Gempa tersebut menyebabkan kerusakan berat pada rumah-rumah mereka, memaksa warga tinggal di tenda pengungsian selama hampir dua tahun.

ADVERTISEMENT

“Kami resmikan 200 hunian bagi keluarga penerima manfaat yang terdampak gempa pada 2022. Ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memulihkan kondisi masyarakat terdampak dan kami mendapat dukungan dari Human Initiative dan Dubai Islamic Bank," tutur Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

Meskipun demikian, Saifullah Yusuf mengungkapkan masih ada 300 keluarga di Kabupaten Cianjur yang belum mendapatkan bantuan hunian. Pihaknya berjanji akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan bantuan tersebut segera diberikan.

Salah satu penerima bantuan, Erna Noviana, mengungkapkan rasa syukur bisa kembali tinggal di rumah meski fasilitas seperti listrik dan air belum tersedia.

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih sudah mendapatkan rumah. Meskipun belum ada listrik dan air, kami senang bisa tinggal di tempat yang lebih layak,” kata Erna.

Hal serupa juga diungkapkan Elis, warga lain yang sempat tinggal di tenda pengungsian. Ia menceritakan bagaimana rumahnya hancur akibat gempa, memaksanya menumpang di rumah orang tua sebelum akhirnya mendapatkan hunian tetap.

Gempa yang melanda Cugenang pada 2022 menjadi salah satu bencana yang paling mengubah kehidupan warga setempat. Trauma dan kesulitan hidup di tenda pengungsian kini mulai terobati dengan adanya rumah baru.

Pemerintah berharap, upaya ini dapat membantu masyarakat bangkit kembali dan menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Kemensos berkomitmen untuk terus mendukung korban bencana alam, seperti gempa Cianjur yang belum mendapatkan bantuan.

Presiden Human Initiative Tomy Hendrajati mengatakan, pembangunan 200 unit hunian aman dari gempa bumi ini wujud dari kolaborasi berbagai pihak NGO dan pemerintah untuk membantu warga korban gempa Cianjur memiliki  rumah yang aman dan nyaman dihuni bersama keluarga.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon