ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Krisis Pengajar, Kota Bogor Kekurangan 800 Guru SD dan SMP

Kamis, 29 Mei 2025 | 06:20 WIB
HY
H
Penulis: Heru Yustanto | Editor: HE
Walikota Bogor Dedie A Rachim
Walikota Bogor Dedie A Rachim (Beritasatu.com/Heru Yustanto)

Bogor, Beritasatu.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor saat ini menghadapi kekurangan tenaga pengajar tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP/SMP). Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menyebutkan, kekurangan guru di wilayahnya telah mencapai sekitar 800 personel.

Dedie menjelaskan, masalah ini terjadi karena banyak guru yang memasuki masa pensiun, sementara pemerintah daerah tidak bisa merekrut guru baru akibat moratorium dari pemerintah pusat.

Dedie menyampaikan, untuk terus memberikan layanan pendidikan, Pemkot Bogor tengah membangun dua unit sekolah tingkat SLTP, yaitu SMPN 22 dan SMPN 23 serta sejumlah sekolah dasar baru. Kedua sekolah SLTP ini disiapkan sudah bisa menerima siswa baru pada tahun ajaran kali ini.

ADVERTISEMENT

Meski pembangunan sekolah baru telah dilakukan, Dedie menyoroti langkah tersebut belum diimbangi dengan penambahan jumlah guru. SMPN 22 dan SMPN 23 yang kini sudah siap menerima siswa, nyatanya masih mengalami kekurangan pengajar.

“Kita sudah cek di SMP 22 dan SMP 23 ini, penambahan sekolah ini tidak dibarengi dengan pertumbuhan guru,” ungkap Dedie, Rabu (28/5/2025).

Untuk bangunan SMPN 22 yang menempati lokasi bersama SD, saat ini hanya tersedia tujuh guru. Sedangkan SMPN 23 yang berada di lokasi SDN Cimahpar 3 hanya memiliki 11 tenaga pengajar.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Irwan Riyant mengungkapkan, jumlah kekurangan guru saat ini mencapai 800 orang dan diperkirakan akan terus bertambah hingga sekitar 1.000 orang dalam waktu dekat.

“Saat ini kita kurang 800 guru,” ujar Irwan.

Sebagai langkah antisipasi atas kekurangan tenaga pendidik ini, Pemkot Bogor berencana mengembangkan modul pendidikan berbasis visual. Solusi ini diharapkan dapat mendukung proses belajar-mengajar dan mengurangi beban akibat keterbatasan jumlah guru.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon