Insiden Radioaktif Cikande, Pemerintah Batasi Impor Besi-Baja
Jumat, 3 Oktober 2025 | 18:49 WIB
Depok, Beritasatu.com - Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan dugaan kuat bahwa sumber cemaran zat radioaktif Cesium-137 di Cikande, Banten, berasal dari aktivitas impor scrap besi dan baja. Pemerintah pun mengambil langkah antisipatif dengan membatasi impor komoditas tersebut untuk mencegah kasus serupa terulang.
“Indikasi cemaran radioaktif dari scrap besi dan baja harus ditindaklanjuti serius. Kami sudah merekomendasikan kepada menteri perdagangan agar memperketat, bahkan untuk sementara kami tidak akan memberikan rekomendasi impor scrap besi dan baja dahulu sampai ada fasilitas yang memadai, termasuk pemasangan radiation portal monitoring (RPM),” ujar Hanif seusai kegiatan penanaman pohon di kawasan Situ Jatijajar, Tapos, Depok, Jumat (3/10/2025).
Hanif menegaskan, pembatasan impor dilakukan demi mencegah risiko paparan radioaktif yang lebih luas kepada masyarakat dan lingkungan. Ia menilai kewaspadaan ekstra diperlukan karena aktivitas impor berpotensi menjadi pintu masuk material berbahaya.
Sementara itu, kasus cemaran Cesium-137 di Cikande kini tengah didalami Bareskrim Polri. Penyidik terus menelusuri asal-usul material tersebut untuk memastikan sumber serta pihak yang bertanggung jawab. “Bapak Bareskrim sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut,” tambah Hanif.
Pemerintah berharap langkah pembatasan impor besi-baja sekaligus penegakan hukum dapat menutup celah masuknya barang berisiko dan memberi efek jera bagi pihak-pihak yang lalai.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




