Megamendung Contoh Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Bangun Ekowisata
Senin, 10 November 2025 | 20:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Transformasi kawasan Megamendung, Kabupaten Bogor, menjadi destinasi ekowisata EIGER Adventure Land menegaskan arah baru pembangunan hijau di Indonesia. Proyek ini menunjukkan sinergi nyata antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam mendorong ekonomi berkelanjutan yang tak hanya memulihkan alam tetapi juga menumbuhkan kesejahteraan warga.
Langkah ini sejalan dengan visi yang diusung Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, yang menekankan pentingnya transisi menuju ekonomi hijau dan biru dengan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.
“Untuk mewujudkan visi pemerintahan ini, terdapat beberapa misi utama yang diusung, yaitu antara lain mendorong ekonomi hijau dan biru dengan mengoptimalkan sumber daya alam secara berkelanjutan, memperkuat kemandirian dan kedaulatan negara, serta melindungi sumber daya alam dan lingkungan hidup,” ujar Hanif Faisol.
Di Megamendung, sinergi tersebut terwujud dalam bentuk investasi hijau yang berpihak pada masyarakat dan lingkungan. Sejak dibangun pada 2021, EIGER Adventure Land telah menanam lebih dari 100.000 pohon dan perdu, serta delapan juta tanaman semak dan penutup tanah di lahan milik PTPN. Kawasan ini juga memiliki lima kolam retensi dan 205 sumur resapan untuk mengendalikan limpasan air hujan (run off) serta menjaga keseimbangan ekosistem.
Selain memulihkan lingkungan, proyek ini membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Hingga kini, lebih dari 500 tenaga kerja terlibat, termasuk 300 warga lokal, dan jumlah tersebut akan meningkat menjadi lebih dari 1.200 orang saat kawasan beroperasi penuh.
“Hilirisasi investasi di sini salah satunya melalui penyerapan tenaga kerja warga sekitar. Itu membantu mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan,” ujar Camat Megamendung, Ridwan.
Ridwan menambahkan, investasi hijau ini juga berhasil menyelesaikan persoalan lama di Megamendung yang sempat diwarnai sengketa lahan pasca-Reformasi. “Sejak saya menjabat camat pada 2023, tidak ada lagi laporan sengketa tanah. Ini dampak positif dari masuknya investasi. Yang paling penting, mereka peduli terhadap lingkungan hidup,” katanya.
Komitmen ini turut mendapat apresiasi dari kalangan akademisi. Siti Amanah, Dosen Fakultas Ekologi Manusia IPB University sekaligus Ketua Forum RASSEA, menyebut EIGER Adventure Land sebagai contoh nyata kolaborasi multipihak yang menyatukan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, media, dan masyarakat.
“Model kolaborasi berbasis kepercayaan (trust) dan tanggung jawab bersama inilah yang membuat ekowisata berkelanjutan relevan sebagai solusi membangun negeri. Sarana transformasi sosial, ekonomi, dan ekologis yang mampu bermetamorfosis dari kawasan penuh konflik menjadi ruang pembelajaran, konservasi, dan kesejahteraan bersama,” ujarnya.
Pemerintah menegaskan bahwa arah pembangunan hijau seperti yang diwujudkan di Megamendung harus menjadi standar baru bagi investasi masa depan. Ekonomi hijau tidak hanya berbicara soal pertumbuhan, tetapi juga keberlanjutan, pemberdayaan masyarakat, dan perlindungan alam. Sinergi antara negara, dunia usaha, akademisi, dan warga lokal menjadi fondasi penting menuju Indonesia yang lestari dan mandiri.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




