Pulihkan Alam Puncak, Eiger Adventure Land Tanam Ribuan Pohon
Senin, 8 Desember 2025 | 17:32 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Puncak kembali menjadi fokus pemulihan lingkungan, kali ini melalui inisiatif Eiger Adventure Land bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), akademisi, pakar lingkungan, dan berbagai pemangku kepentingan. Kegiatan penanaman pohon di lereng Gunung Pangrango ini bertujuan memperkuat ekosistem hulu daerah aliran sungai (DAS) sekaligus mengurangi risiko bencana hidrometeorologi.
Mengusung tema “Pulihkan Bersama, Tumbuhkan Harapan”, program ini melanjutkan upaya kolaboratif yang telah dilakukan secara konsisten sejak beberapa tahun terakhir. Pada Senin (8/12/2025), sebanyak 350 pohon endemik ditanam sebagai bagian dari pemulihan vegetasi hulu yang berjalan secara bertahap sejak 2021.
Hingga kini, Eiger Adventure Land telah menanam lebih dari 118.000 pohon tegakan serta lebih dari 8 juta tanaman semak dan penutup tanah. Langkah ini memperkuat struktur tanah, meningkatkan kapasitas resapan air, dan menekan laju run-off. Dukungan tambahan datang dari pembangunan lima kolam retensi, 205 sumur resapan, serta pendataan keanekaragaman hayati yang dilakukan bersama para pakar.
Pemulihan kawasan hulu Puncak ini juga memperkuat kolaborasi sebelumnya, seperti penanaman pohon bersama Kemenko PMK dan BNPB, serta refleksi Sumpah Pemuda dengan KLH/BPLH. “Melalui kerja sama antara Eiger Adventure Land, KLH, pakar, dan pemangku kepentingan, kami mengelola run-off dengan penanaman yang tepat dan masif. Pohon tegakan dan penutup tanah ini adalah komitmen jangka panjang kami untuk menjaga keseimbangan lingkungan hulu. Biarkan alam tetap lestari," ujar Chairman PT Eigerindo Multi Produk Industri, Ronny Lukito.
Dari sisi ilmiah, pendekatan berbasis data menjadi fondasi seluruh program restorasi. Yuli Suharnoto dari IPB University menjelaskan prinsip utama: “the right tree, in the right place, for the right purpose.” Kajian geologi, kestabilan lereng, dan analisis curah hujan menjadi dasar penentuan zonasi tanaman, diterapkan bersama Prof Tukirin dan Rachmat Fajar Lubis dari BRIN, untuk menahan air sekaligus mencegah bencana.
Dukungan tata kelola lingkungan datang dari Roby Rohyadi, Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kabupaten Bogor. Ia memastikan pemulihan ini berjalan sesuai arahan KLH, berbasis sains, dan mampu menurunkan risiko bencana secara efektif. Pakar botani Prof Tukirin menambahkan bahwa kawasan ini punya potensi besar sebagai pusat konservasi dan edukasi, termasuk pembangunan arboretum yang melindungi pohon langka sekaligus mendidik generasi muda.
“Dari setiap penanaman sebelumnya, hari ini kita merangkainya menjadi satu harapan utuh. Pemulihan alam bukan sekadar program, tapi komitmen yang terus tumbuh bersama," ujar Direktur Utama Eiger Adventure Land, Imanuel Wirajaya.
Dengan kolaborasi yang konsisten, berbasis sains, dan melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, media, dan sektor swasta, Eiger Adventure Land memperkuat langkah menuju ekowisata berkelanjutan. Upaya ini tidak hanya menghadirkan pengalaman alam, tapi juga memulihkan fungsi ekologis kawasan Puncak, memberi dampak nyata bagi mitigasi bencana dan masa depan generasi mendatang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




