Sanksi Dicabut, DELH Eiger Adventure Land Diterbitkan Pemkab Bogor
Kamis, 18 Desember 2025 | 09:25 WIB
Bogor, Beritasatu.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menerbitkan dokumen evaluasi lingkungan hidup (DELH) untuk Eiger Adventure Land yang dikelola PT Eigerindo Multi Produk Industri di Kecamatan Megamendung.
Penerbitan DELH dilakukan setelah Kementerian Lingkungan Hidup mencabut sanksi administratif yang sebelumnya dikenakan kepada perusahaan tersebut. Dengan dicabutnya sanksi itu, pemerintah daerah memiliki dasar hukum untuk menerbitkan persetujuan lingkungan.
Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kabupaten Bogor Roby Ruhyadi menjelaskan, DELH merupakan bentuk persetujuan lingkungan yang setara dengan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal), tetapi diperuntukkan bagi kegiatan usaha yang sudah berjalan.
“Jika amdal disusun sebelum kegiatan dimulai, dokumen evaluasi lingkungan hidup disusun untuk kegiatan yang telah berjalan, sebagai tindak lanjut dari sanksi administratif yang sebelumnya dikenakan kepada PT Eigerindo Multi Produk Industri,” kata Roby di Cibinong dikutip dari Antara, Rabu (17/12/2025).
Ia menegaskan, selama sanksi administratif dari Kementerian Lingkungan Hidup belum dicabut, pemerintah daerah tidak diperkenankan menerbitkan dokumen persetujuan lingkungan apa pun.
“Secara prinsip, sebelum sanksi administratif dicabut, kami di daerah tidak boleh mengeluarkan persetujuan lingkungan,” ujarnya.
Roby menjelaskan, evaluasi lingkungan hidup dilakukan terhadap dampak dan potensi dampak dari seluruh aktivitas usaha PT Eigerindo Multi Produk Industri. Rekomendasi DELH mencakup rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan, seperti pengendalian limpasan air permukaan, penerapan manajemen drainase berwawasan lingkungan atau eco-drainase, serta konservasi vegetasi.
Dalam pelaksanaannya, perusahaan telah menerapkan konsep low impact development (LID) untuk mengendalikan aliran air hujan. Upaya tersebut dilakukan melalui pembangunan saluran eco-drainase yang terintegrasi dengan kolam detensi, sehingga air hujan dapat ditahan sebelum dialirkan ke sungai.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bogor meminta agar setiap konstruksi lanjutan menerapkan konsep bangunan hijau atau green building guna meminimalkan dampak terhadap lingkungan sekitar.
“Prinsipnya, air hujan tidak langsung masuk ke badan sungai, tetapi ditahan terlebih dahulu dan dilepas secara perlahan agar tidak menimbulkan lonjakan debit di hilir, khususnya saat curah hujan tinggi di kawasan Puncak,” katanya.
Selain pengelolaan air, aspek penghijauan juga menjadi perhatian utama. DLH Kabupaten Bogor mendorong penanaman vegetasi secara masif dengan jenis tanaman yang sesuai karakter kawasan hulu, termasuk pelestarian plasma nutfah berupa tanaman endemik dan tanaman langka di Kabupaten Bogor.
DLH Kabupaten Bogor memastikan pengawasan terhadap pelaksanaan pengelolaan lingkungan oleh PT Eigerindo Multi Produk Industri akan terus dilakukan sesuai ketentuan dan kewenangan yang berlaku seiring diterbitkannya DELH tersebut.
Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersama Eiger Adventure Land (EAL) melaksanakan kegiatan penanaman pohon di kawasan EAL. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemulihan lingkungan dan pengendalian risiko banjir di kawasan Puncak.
Chairman PT Eigerindo Multi Produk Industri, Ronny Lukito, menyampaikan, hingga saat ini pihaknya telah menanam sekitar 118.000 pohon tegakan di wilayah Puncak. Selain itu, terdapat hampir 8 juta tanaman peneduh yang telah ditanam secara keseluruhan.
Program penanaman pohon tersebut terus dilakukan bersama KLH dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Penanaman kali ini difokuskan di kawasan Eiger Adventure Land sebagai bagian dari pemulihan area Puncak yang sempat mengalami kerusakan akibat perambahan.
“Saat ini kami sudah menanam 118.000 tanaman tegakan dan hampir 8 delapan juta tanaman peneduh secara keseluruhan,” ujarnya.
Ia menegaskan, Eiger Adventure Land akan terus bersinergi dengan KLH dan aparat terkait untuk memulihkan kawasan Puncak secara berkelanjutan.
Pakar Botani dan Ekologi Hutan Tropis BRIN Tukirin Partomihardjo, menilai pemulihan kawasan Puncak dapat berjalan seiring dengan pengembangan ekowisata. Menurutnya, pengelola wisata memiliki peran penting dalam menyelaraskan aktivitas ekonomi dengan pelestarian lingkungan.
Ia mencontohkan langkah Eiger Adventure Land yang mengembalikan fungsi hutan dari lahan yang sebelumnya terlantar melalui pengembangan arboretum.
Sementara itu, pakar teknik sipil dan lingkungan IPB University Yuli Suharnoto, menekankan pentingnya penanaman pohon yang sesuai dengan kondisi lahan.
“Penanaman tidak bisa dilakukan sembarangan. Harus memperhatikan aspek geologi, kestabilan lereng, serta curah hujan dan kondisi iklim setempat agar tanaman dapat tumbuh optimal dan berfungsi menjaga lingkungan,” jelasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




