ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Keracunan MBG di Bandung Barat, 21 Siswa SMP Dilarikan ke Puskesmas

Rabu, 12 November 2025 | 17:14 WIB
AG
BW
Penulis: Algi Muhamad Gifari | Editor: BW
Sebanyak 21 siswa SMP di Bandung Barat harus dilarikan ke puskesmas karena diduga keracunan seusai menyantap menu MBG pada Selasa 11 November 2025.
Sebanyak 21 siswa SMP di Bandung Barat harus dilarikan ke puskesmas karena diduga keracunan seusai menyantap menu MBG pada Selasa 11 November 2025. (Beritasatu.com/Algi Muhamad Gifari)

Bandung Barat, Beritasatu.com – Kasus dugaan keracunan akibat menyantap menu program makan bergizi gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Kali ini, insiden menimpa sejumlah siswa SMP di Kecamatan Ngamprah.

Peristiwa dugaan keracunan tersebut terjadi pada Selasa (11/11/2025) dan menimpa siswa SMP Bina Karya, Desa Cimanggu, Ngamprah. Ini bukan kali pertama dugaan keracunan MBG terjadi di wilayah Bandung Barat.

Kepala Puskesmas Ngamprah, Ifah Syarifah, menyebutkan total korban mencapai 21 orang. Dari jumlah tersebut, empat siswa masih menjalani perawatan, satu siswa dirujuk ke RS Karisma Cimareme, sementara siswa lainnya telah diperbolehkan pulang.

ADVERTISEMENT

“Gejala yang muncul berupa nyeri ulu hati, mual, muntah, dan pusing. Satu siswa kami rujuk karena mualnya tak berhenti dan disertai sesak napas,” ujar Ifah di Puskesmas Ngamprah, Selasa (11/11/2025) malam.

Pihak puskesmas telah mengamankan sejumlah sampel makanan, antara lain nasi putih, perkedel, ayam mentega, tahu goreng, dan semangka, untuk diuji di laboratorium. Hasil uji tersebut diperkirakan keluar dalam waktu satu minggu.

“Kami sudah mengambil sampel untuk diuji di SPPG. Jadi hasil dari Labkesda kemungkinan baru keluar dalam satu minggu,” tambah Ifah.

Menurut data dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Adiwidya Dedikasi Virajullah, Desa Sukatani, penerima manfaat MBG di Kecamatan Ngamprah mencapai 2.447 orang. Namun, hingga kini hanya siswa SMP Bina Karya yang melaporkan keluhan kesehatan.

“Kami masih melakukan observasi dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang kami ambil hari ini,” jelas Ifah.

Sementara itu, guru bidang Kesiswaan SMP Bina Karya, Meganita Oktalia, menuturkan, aktivitas belajar mengajar di sekolah tetap berjalan normal. Namun, para siswa yang diduga keracunan masih beristirahat di rumah. 

“Sampai malam ada 21 orang. Dari pagi kemarin ada sekitar 11 orang yang dibawa ke puskesmas, dan sisanya menyusul. Hingga pagi ini, alhamdulillah, hampir semua siswa sudah dipulangkan ke rumah masing-masing. Satu siswa dirujuk ke RS Karisma karena memiliki riwayat asam lambung,” ujar Meganita saat ditemui di SMP Bina Karya, Rabu (12/11/2025) siang.


 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

252 Siswa SD di Jaktim Diduga Keracunan Pangsit MBG, 26 Masih Dirawat

252 Siswa SD di Jaktim Diduga Keracunan Pangsit MBG, 26 Masih Dirawat

JAKARTA
Bapanas Harap Program MBG Lebih Tertib dan Aman

Bapanas Harap Program MBG Lebih Tertib dan Aman

NASIONAL
Pramono: BGN Tanggung Biaya Korban Diduga Keracunan MBG Jaktim

Pramono: BGN Tanggung Biaya Korban Diduga Keracunan MBG Jaktim

JAKARTA
Diduga Keracunan MBG, 67 Santri Ponpes Al-Hijrah Ngawi Harus Dirawat

Diduga Keracunan MBG, 67 Santri Ponpes Al-Hijrah Ngawi Harus Dirawat

JAWA TIMUR
Operasional Dapur MBG di Buol Dihentikan Buntut Terjadinya Keracunan

Operasional Dapur MBG di Buol Dihentikan Buntut Terjadinya Keracunan

NUSANTARA
Cegah Kasus Keracunan, BGN Perketat Pengawasan Dapur MBG

Cegah Kasus Keracunan, BGN Perketat Pengawasan Dapur MBG

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon