Jelang Lebaran, 314.000 Warga Indramayu Dapat Bantuan Beras
Rabu, 11 Maret 2026 | 23:18 WIB
Indramayu, Beritasatu.com - Menjelang Idulfitri 2026, pemerintah melalui Perum Bulog Cabang Indramayu kembali menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat rawan pangan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Program ini mencakup alokasi Februari hingga Maret 2026 dengan jumlah penerima mencapai 314.129 orang.
Pimpinan Cabang Perum Bulog Indramayu, Sri Wahyuni, menjelaskan bantuan yang diberikan berupa beras dan minyak goreng guna membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat menjelang hari raya.
“Setiap penerima mendapatkan beras 20 kilogram (kg) karena alokasinya untuk dua bulan sekaligus, masyarakat juga menerima minyak goreng total 4 liter,” ujar Sri Wahyuni saat ditemui di gudang Bulog Pekandangan, Indramayu, Rabu (11/3/2026).
Secara keseluruhan, total beras yang disalurkan dalam program bantuan pangan tersebut mencapai 6.282.580 kilogram atau sekitar 6.282 ton. Selain beras, distribusi juga mencakup 1.256.516 liter minyak goreng.
Sri Wahyuni menegaskan program bantuan pangan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasaran. “Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk membantu masyarakat rawan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok,” katanya.
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap di sejumlah desa di wilayah Indramayu. Pada tahap awal, distribusi dilakukan di tiga desa dengan total 1.915 penerima bantuan.
Perinciannya antara lain, Desa Karanganyar sebanyak 589 penerima dengan 11.780 kg beras dan 2.356 liter minyak goreng, Desa Kepandean 480 penerima dengan 9.600 kg beras dan 1.920 liter minyak goreng, dan Desa Margadadi mencapai 846 penerima bantuan.
Jumlah bantuan yang disalurkan pada tahap awal di tiga desa tersebut mencapai 38.300 kilogram beras dan 7.660 liter minyak goreng. Bulog menargetkan seluruh proses distribusi bantuan pangan dapat selesai sebelum masa cuti bersama Lebaran.
“Dalam pelaksanaannya kami juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, serta aparat keamanan agar penyaluran berjalan lancar dan tepat sasaran,” jelas Sri Wahyuni.
Sri Wahyuni juga mengungkapkan bahwa jumlah penerima bantuan pangan pada periode Februari-Maret 2026 mengalami peningkatan cukup signifikan. Jika pada periode sebelumnya jumlah penerima sekitar 234.000 orang, maka pada periode kali ini meningkat menjadi sekitar 314.000 penerima, atau naik sekitar 20%.
Pengawasan distribusi bantuan di lapangan juga diperketat oleh Satgas Pangan Kabupaten Indramayu. Anggota Satgas Pangan, Yudha, memastikan kualitas bahan pangan yang dibagikan kepada masyarakat telah melalui proses pemeriksaan.
“Kami sudah melakukan uji tanak dan pengecekan fisik. Alhamdulillah kualitasnya baik, warnanya putih dan butirannya besar. Untuk timbangan juga sesuai, berat bersih 10 kilogram per kantong,” katanya.
Selain itu, minyak goreng yang dibagikan juga telah diperiksa dan dikemas dalam ukuran 1 liter per kemasan sesuai standar distribusi. Yudha menegaskan Satgas Pangan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Kejaksaan, serta dinas terkait akan terus melakukan pemantauan selama proses distribusi berlangsung.
“Kami mengingatkan agar tidak ada pihak yang bermain-main dengan distribusi bantuan ini. Jika ditemukan pelanggaran hukum, kami pastikan akan dilakukan penegakan hukum,” tegasnya.
Melalui program bantuan pangan ini, pemerintah berharap masyarakat rawan pangan di Indramayu dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok, terutama menjelang meningkatnya konsumsi masyarakat saat Lebaran.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




