ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Arus Mudik Nagreg Naik 100 Persen, Polisi Berlakukan One Way

Senin, 16 Maret 2026 | 08:01 WIB
A
S
Penulis: Antara | Editor: JTO
Tangkapan layar CCTV jalan nasional Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Tangkapan layar CCTV jalan nasional Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (Istimewa/Istimewa)

Soreang, Beritasatu.com - Kapolda Jawa Barat Rudi Setiawan menyatakan penerapan rekayasa lalu lintas satu arah parsial atau one way sepenggal menjadi strategi utama untuk mengurai kemacetan pada jalur mudik di kawasan Nagreg.

Menurut Rudi, pola tersebut berbeda dengan sistem satu arah penuh karena diterapkan secara situasional. Petugas di lapangan akan membuka jalur satu arah sementara ketika antrean kendaraan mulai memanjang di titik rawan kepadatan seperti Limbangan dan Nagreg.

Ia menjelaskan skema tersebut cukup efektif mempercepat pergerakan kendaraan. Dalam beberapa kasus, kepadatan lalu lintas dapat terurai hanya dalam waktu sekitar 10 menit setelah rekayasa arus diterapkan.

ADVERTISEMENT

“Dengan pengaturan yang tepat, arus kendaraan bisa kembali bergerak relatif cepat. Tadi di Limbangan misalnya, sekitar sepuluh menit sudah kembali lancar,” ujar Rudi saat memantau arus mudik di Pos Terpadu Nagreg, Minggu (15/3/2026).

Selain pengaturan lalu lintas di ruas tol, kepolisian juga memfokuskan pengamanan pada jalur arteri yang menjadi akses utama pemudik menuju wilayah Priangan Timur hingga perbatasan Jawa Tengah.

Rudi mengatakan dua hari sebelumnya pengelolaan arus kendaraan lebih difokuskan pada jalan tol. Namun kini perhatian dialihkan ke jalur arteri karena volume kendaraan menuju wilayah Priangan terus meningkat.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, jumlah kendaraan pada H-6 Lebaran tercatat melonjak hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa. Meski demikian, arus kendaraan secara umum masih dapat dikendalikan.

“Kenaikan volume memang signifikan, sekitar 100% dibandingkan hari normal. Namun secara keseluruhan lalu lintas masih dapat bergerak dengan cukup lancar,” katanya.

Kepolisian juga memprediksi arus mudik tahun ini akan terjadi dalam dua gelombang. Setelah peningkatan awal yang terjadi saat ini, puncak arus mudik berikutnya diperkirakan berlangsung pada 19 hingga 20 Maret 2026.

“Gelombang pertama masih relatif stabil. Puncak kedua kemungkinan terjadi pada tanggal 19 sampai 20, dan seluruh jajaran sudah kami siapkan untuk mengantisipasi lonjakan tersebut,” ujar Rudi.

Sementara itu, data dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung menunjukkan arus kendaraan di Jalur Nagreg cukup padat. Hingga Minggu (15/3/2026) sore, sekitar 43.000 kendaraan tercatat melintas di jalur tersebut.

Angka tersebut meningkat dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai sekitar 39.000 kendaraan dalam kurun waktu 24 jam.

Kepala Bidang Pengembangan Transportasi Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Eric Alam Prabowo mengatakan jumlah kendaraan pada H-6 Lebaran tahun ini meningkat sekitar 44% dibandingkan periode yang sama pada 2025 dan diperkirakan masih akan bertambah.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Travoy Hadirkan Mudik Ramah bagi Ibu dan Balita

Travoy Hadirkan Mudik Ramah bagi Ibu dan Balita

NASIONAL
Demi Menyusui Buah Hati, Patricia pun Jadi Navigator dengan Travoy

Demi Menyusui Buah Hati, Patricia pun Jadi Navigator dengan Travoy

NASIONAL
Anggota DPR Ungkap Titik Lemah Mudik 2026

Anggota DPR Ungkap Titik Lemah Mudik 2026

NASIONAL
Naik 2,53 Persen dari 2025, Mudik Lebaran 2026 Tembus 147,5 Juta

Naik 2,53 Persen dari 2025, Mudik Lebaran 2026 Tembus 147,5 Juta

NASIONAL
Survei: Kepuasan Mudik Lebaran 2026 Tembus 80,8 Persen

Survei: Kepuasan Mudik Lebaran 2026 Tembus 80,8 Persen

NASIONAL
Diskon Tiket Mudik Lebaran 2026 Picu Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Diskon Tiket Mudik Lebaran 2026 Picu Pertumbuhan Ekonomi Daerah

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon