Tragedi Kereta Bekasi, AHY Pastikan Korban Ditangani dengan Maksimal
Rabu, 29 April 2026 | 01:16 WIB
Bekasi, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan penanganan korban kecelakaan kereta api di Bekasi berjalan maksimal. Hingga Selasa (28/4/2026), insiden ini tercatat menewaskan 15 orang.
AHY meninjau korban yang dirawat di RSUD Kota Bekasi usai memimpin rapat darurat di lokasi kejadian, Stasiun Bekasi Timur. Ia menyebut, korban luka saat ini tersebar di sejumlah rumah sakit di Kota dan Kabupaten Bekasi.
Sejumlah korban mengalami luka serius, mulai dari patah tulang hingga dislokasi. Pemerintah memastikan seluruh pasien mendapatkan perawatan medis yang optimal.
“Tadi saya sempat melihat beberapa yang masih berada di ruangan-ruangan, menunggu operasi dan lain sebagainya. Saya juga sempat berdialog dengan pasien. Beragam ada yang mengalami patah atau dislokasi di pundaknya, di kakinya, di tangannya,” ujar AHY dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/4/2026).
AHY juga menyampaikan dukacita mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Ia menegaskan pemerintah berkomitmen penuh dalam penanganan korban dan pemulihan pascakejadian.
“Tentu ini adalah kehilangan besar, dukacita terdalam. Kita haturkan kepada keluarga korban dan semoga semua husnul khotimah diberikan di sisi terbaik,” katanya.
Proses evakuasi yang berlangsung cepat pada malam kejadian menjadi faktor penting dalam penyelamatan korban. Sebanyak 163 ambulans dikerahkan untuk membawa korban ke berbagai fasilitas kesehatan.
AHY mengapresiasi sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga medis, PT KAI, Basarnas, TNI, Polri, hingga dukungan Jasa Raharja dan BPJS Kesehatan.
“Saat ini ingin memastikan, semua korban tentunya bisa menjalani perawatan medis yang baik dan bisa segera pulih setelah ditangani dan bisa beraktivitas seperti sediakala,” ujarnya.
Selain fokus pada penanganan korban, pemerintah juga akan melakukan evaluasi menyeluruh. Investigasi akan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) secara transparan dan komprehensif.
Evaluasi mencakup sistem persinyalan hingga aspek operasional kereta api. Pemerintah juga menyoroti pentingnya pembenahan perlintasan sebidang yang berisiko tinggi.
“Selebihnya kita ingin memastikan juga hadir solusi infrastruktur, misalnya ketika ada lintasan-lintasan sebidang yang memang sangat padat di sejumlah kota, itu perlu kita bangun flyover atau underpass,” jelasnya.
AHY menambahkan, keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama tanpa terkecuali. Ia juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, khususnya di kawasan perlintasan kereta.
Pemerintah akan terus mengawal proses penanganan korban, pemulihan layanan, serta kebijakan strategis guna memastikan sistem transportasi yang lebih aman di masa depan.
Dalam peninjauan tersebut, AHY didampingi Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono dan sejumlah pejabat terkait dari PT KAI serta jajaran Kemenko Infrastruktur.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




