Wisuda Ke-16 PresUniv Dihadiri Menparekraf dan Gubernur Jabar
Selasa, 19 Oktober 2021 | 19:56 WIB
Bekasi, Beritasatu.com - President University (PresUniv) menggelar wisuda yang ke-16, Minggu (17/10/2021). Ini adalah wisuda online kedua yang diselenggarakan PresUniv. Wisuda dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Prosesi wisuda dipimpin langsung oleh Rektor PresUniv, Jony Oktavian Haryanto dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Wisuda kali ini dihadiri oleh seluruh jajaran rektorat, guru besar, dekan, ketua program studi, pengurus Yayasan Pendidikan Universitas Presiden, serta segenap staf dan dosen PresUniv.
Tema wisuda pada tahun ini adalah "Enhancing Young Professionals’ Resilience in Addressing Challenges during the Global Pandemic". Pemilihan tema dilakukan mengingat masih beragamnya tantangan pada masa pandemi Covid-29 dan PresUniv telah melakukan berbagai upaya untuk membekali mahasiswanya agar tetap dapat bersaing di dunia kerja maupun dunia usaha.
Untuk kali ini hampir 1.000 sarjana (S-1) dan pascasarjana (S-2) diwisuda. Dari seluruh wisudawan, sebanyak 84 lulusan berhasil meraih gelar summa cum laude, magna cum laude, dan cum laude. Wisuda kali ini juga bertepatan dengan usia PresUniv yang memasuki tahun ke-20 atau dua dasawarsa.
Dalam sambutannya, Jony Haryanto mengingatkan bahwa saat ini dunia modern terus bergerak semakin maju dan persaingan menjadi semakin ketat. Persaingannya bahkan tidak hanya melibatkan sesama manusia, tetapi juga dengan mesin atau robot.
"Oleh karena itu, segenap lulusan dituntut untuk terus kreatif, terus berinovasi dan tak berhenti mengasah keterampilannya, bekerja lebih tekun dan lebih berdedikasi. Hanya dengan cara seperti posisi manusia menjadi tak bisa digantikan oleh mesin dan robot," ungkap Jony.
Wisuda kali ini juga dihadiri secara virtual oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Dalam sambutan dan pesannya kepada seluruh wisudawan, Sandiaga Uno menegaskan bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif diharapkan menjadi mesin penggerak pemulihan ekonomi nasional.
"Agar bisa mewujudkan hal tersebut, ada tiga strategi kunci yang perlu diterapkan, yakni inovasi, adaptasi dan kolaborasi," tegas Sandiaga.
Kepada segenap wisudawan PresUniv, Sandiaga Uno juga berpesan, "Jangan ragu untuk memajukan industri pariwisata dan ekonomi kreatif. Sebab sektor ini sangat strategis dan sangat penting, serta mampu membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya."
Bahkan, menurut Sandiaga, sekarang ini kian banyak negara maju yang menjadikan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai penopang utama dari perekonomiannya.
Sementara, Gubernur Ridwan Kamil menegaskan, agar para wisudawan bisa menjadi generasi yang mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan, kuncinya adalah perlu menjadikan diri responsif dan adaptif.
“Jika ingin menjadi pemenang di masa depan, para wisudawan harus mampu dengan cepat merespons, menguasai, dan beradaptasi dengan Disrupsi 4.0. Hanya dengan cara seperti itu kalian akan mampu mewujudkan visi Indonesia 2045, yakni menjadi negara dengan perekonomian terbesar ke-4 terbesar di dunia.”
Jony memaparkan, kawasan industri Jababeka menjadi tempat bagi lebih dari 1.750 perusahaan nasional dan multinasional. "Kami menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan tersebut. Kerja sama ini memungkinkan mahasiswa dan bahkan dosen-dosen kami untuk melakukan riset dan magang kerja di perusahaan-perusahaan tersebut," ungkap Jony.
Kerja sama dengan perusahaan-perusahaan, lanjut Jony, juga membuka peluang bagi lulusan PresUniv untuk diterima bekerja di sana. Sebagai gambaran, saat ini sekitar 90% lulusan PresUniv diterima bekerja dalam kurun waktu enam bulan setelah mereka diwisuda. Bahkan tidak sedikit mahasiswa PresUniv yang diterima bekerja sebelum mereka lulus kuliah.
"Sejak lama PresUniv menerapkan kebijakan magang yang bersifat wajib. Magang merupakan bagian dari kegiatan perkuliahan. Berkat kebijakan tersebut, banyak mahasiswa kami yang saat menyelesaikan program magangnya, langsung ditawari bekerja perusahaan tempat magangnya," ungkap Jony.
Jony menambahkan, gambaran tersebut menunjukkan bahwa lulusan PresUniv dapat diterima dengan baik oleh kalangan dunia usaha dan dunia industri.
Selebihnya, sebanyak 10% lulusan PresUniv ada yang memilih untuk membangun usaha sendiri dengan mendirikan perusahaan rintisan (startup) atau melanjutkan bisnis keluarganya. Dan, sebagian lainnya memilih untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




