ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kampus Kebangsaan BNPT Ajak Mahasiswa Berpikir Kritis terhadap Isu Radikalisme

Selasa, 2 Juli 2024 | 08:47 WIB
J
BW
Penulis: Jamaah | Editor: BW
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar kegiatan Kampus Kebangsaan dalam rangka mencegah isu paham radikal terorisme di Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, pada Senin 1 Juli 2024.
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar kegiatan Kampus Kebangsaan dalam rangka mencegah isu paham radikal terorisme di Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, pada Senin 1 Juli 2024. (Istimewa/.)

lJepara, Beritasatu.com - Kegiatan Kampus Kebangsaan yang digelar oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jepara, dan Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu), mengajak para mahasiswa untuk berpikir kritis dan reflektif terhadap isu radikalisme.

Kampus Kebangsaan bertajuk "Pelibatan Anak Muda dalam Pencegahan Paham Radikalisme dan Terorisme" tersebut digelar di Unisnu, Jepara, Jawa Tengah, Senin (2/7/2024).

Acara tersebut dihadiri ratusan peserta dari akademisi, mahasiswa, hingga tokoh masyarakat setempat. Dengan latar belakang keanekaragaman budaya dan agama di Indonesia, seminar ini bertujuan untuk mengajak peserta berpikir kritis dan reflektif terhadap isu-isu radikal terorisme, serta memahami dampak negatif yang ditimbulkannya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

ADVERTISEMENT

Direktur Pencegahan BNPT Irfan Idris mengatakan pentingnya menjaga nilai persatuan dan kesatuan bangsa terhadap generasi muda. Salah satunya, dengan kegiatan kali ini menjadi langkah untuk menyatukan pemikiran generasi bangsa agar tidak mudah terkikis oleh paham radikal.

"Terorisme dapat diatasi dengan pemikiran yang kritis dan dialog konstruktif, sedangkan teroris dapat dilumpuhkan dengan kekuatan senjata. Namun, tindakan represif saja tidak cukup untuk menyelesaikan akar masalah,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, selain menekankan nilai nasionalisme pendidikan agama juga harus ditekankan. Tentunya dalam beragama harus mengedepankan sikap toleran, saling menghormati, dan memahami perbedaan. Ketika agama dijalankan dengan cinta kasih dan pengertian, akan menciptakan masyarakat yang harmonis dan damai, menjauhkan diri dari ekstremisme dan radikalisme yang merusak.

"Dengan menanamkan nilai-nilai toleransi, pemuda dapat membangun jembatan komunikasi yang kuat, mengurangi konflik, dan memperkuat solidaritas sosial," tandasnya.

Pihaknya menambahkan, generasi muda memang dianggap mudah terpengaruh dan direkrut dalam aksi radikalisme. Untuk itu hal ini sangatlah penting bagi generasi muda dalam menanamkan positif dalam bermasyarakat.

Rektor Unisnu Abdul Jamil menyampaikan, program ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat toleransi dan saling menghargai, meningkatkan nilai persatuan dan nasionalisme yang dipupuk melalui interaksi antarmahasiswa dan dosen dengan masyarakat di perguruan tinggi tujuan yang memiliki keberagaman suku, ras, dan agama.

Karena itu, kolaborasi BNPT dengan Unisnu menjadi sangat strategis dalam melawan virus tersebut, yakni dengan melakukan transformasi nilai kebangsaan, revitalisasi nilai Pancasila, moderasi dalam beragama, penguatan akar budaya bangsa, dan pembangunan kesejahteraan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon