ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tukang Mi Ayam dan Istri Naik Haji setelah Menanti 13 Tahun

Rabu, 23 April 2025 | 13:59 WIB
MY
JS
Penulis: Muharom Adi Yuliarta | Editor: JAS
Bangun Endro (50) di depan gerobak mi ayam tempat dia berjualan.
Bangun Endro (50) di depan gerobak mi ayam tempat dia berjualan. (Beritasatu.com/Muharom Adi Yuliarta)

Kebumen, Beritasatu.com - Setelah menanti selama 13 tahun, Bangun Endro (50), seorang pedagang alias tukang mi ayam asal Dukuh Kauman, Desa Kutosari, Kecamatan/Kabupaten Kebumen Jawa, Tengah, akhirnya dapat menunaikan ibadah haji atau naik haji ke tanah suci pada 2025.

Bersama istrinya Sri Yuli Nuryati (48), Bangun dijadwalkan berangkat bersama ribuan calon jemaah haji asal Kabupaten Kebumen pada kloter 92 yang rencananya akan diberangkatkan pada akhir Mei 2025 mendatang.

Saat ditemui di tempat  dirinya biasa berjualan, di Jalan Soekarno Hatta Kebumen, Bangun mengungkapkan, ia telah berjualan mi ayam sejak 2003. Dimulai dari berjualan keliling dengan menyewa gerobak hingga akhirnya memiliki lapak sendiri untuk mangkal.

"Saya jualan mi ayam keliling sejak 2003 sampai 2006 setelah itu mangkal, jualan di sini sampai sekarang," kata Bangun, Rabu (23/4/2025).

ADVERTISEMENT

Dari hasil berjualan mi ayam, ayah dari empat orang anak itu mengaku selalu menabung sedikit demi sedikit hingga bisa terkumpul biaya untuk mendaftar haji. Bangun mendaftarkan haji pada April 2012 lalu, sedangkan istrinya mendaftar pada Juli 2019.

"Betul-betul uang dari berjualan mi ayam ini untuk daftar haji. Saat awal jualan harga mi ayam masih Rp 2.000 semangkok. Namun, saya selalu sisihkan untuk ditabung berapapun yang saya dapat sehari itu," ujar Bangun, pedagang mi ayam yang bisa naik haji.

Dirinya menuturkan rasa ingin pergi ke tanah suci untuk melaksanakan rukun Islam yang kelima itu dimulai saat ia berjualan di depan pintu gerbang pemberangkatan jemaah haji. Ia merasa senang melihat jemaah yang berangkat atau pun yang pulang dari tanah suci. Pada saat itu muncullah keinginan dan tekad kuat untuk dirinya bisa berangkat melakukan ibadah haji.

"Awalnya, dulu kalau ada pemberangkatan atau kepulangan haji saya jualan di depan pintu gerbang depan Aula Sekda. Melihat mereka kok jadi terpanggil dan ingin sekali bisa pergi haji," ungkapnya.

"Bahkan sampai sekarang tiap ada pemberangkatan atau kepulangan haji, pasti saya  menyempatkan untuk melihat, dan saya selalu terharu sampai menangis," sambungnya.

Rasa syukur pun terus terlontar dari Bangun, karena selain beribadah haji tahun ini, dirinya juga bisa berangkat bersama sang istri. Menurutnya ini karena adanya kebijakan pemerintah untuk penggabungan mahram haji.

"Sebetulnya jadwal keberangkatan saya pada 2024 lalu. Karena ada kebijakan penggabungan mahram haji jadi saya undur biar bisa berangkat bersama dengan istri pada 2025 ini," jelas Bangun, tukang mi ayam yang bakal naik haji tahun ini.

Bangun sebenarnya tidak menyangka bisa melaksanakan ibadah haji, terlebih berangkat bersama sang istri. Sebab ketika ia memutuskan untuk pulang kampung bersama istrinya dari perantauan pada 2002 silam untuk merawat orang tuanya, Bangun hanya bekerja serabutan.

Sempat menjadi kuli bangunan dengan upah Rp 7.500 sehari dan hanya bisa membeli semangkok mi ayam dan dibawa pulang ke rumah untuk dimakan bersama satu keluarga. 

Dari situlah keinginan berjualan mi ayam mulai muncul. Karena ingin agar seluruh anggota keluargnya bisa makan mi ayam satu mangkok per orang.

Bangun dengan semangat, mulai belajar bagaimana membuat dan meracik mi ayam yang lezat kepada salah satu temannya. Temannya  itu memang yang sudah lama berjualan mi ayam di daerah Kecamatan Gombong.

"Saya mulai belajar membuat mi ayam ke teman saya. Satu hari  belajar terus saya coba  bikin sendiri di rumah untuk dicoba satu keluarga, Alhamdulillah berhasil dan enak," ujar Bangun, pedagang alias tukang mi yang bakal naik haji tahun ini.

Dengan semangat dan tekad yang kuat, meski dalam  kondisi ekonomi yang sedang tidak baik-baik saja, akhirnya  Bangun memutuskan untuk berjualan mi ayam keliling. Dia nekat meski harus menjual cincin pernikahan milik istrinya sebagai modal usaha.

"Karena enggak ada modal, sempat menjual cincin kawin istri buat modal. Mulailah saya berjualan mi ayam keliling, mulai dari sewa gerobak sampai bisa beli gerobak sendiri dan sampai sekarang masih berjualan. Alhamdulillah sudah ada tempat jadi enggak berkeliling lagi," tuturnya.

Bangun menyebut, jika ada keinginan dan tekad yang kuat dan diniatkan untuk hal yang baik, niscaya Allah akan memberikan kemudahan dan mengabulkan apa yang diinginkan. Termasuk keinginannya untuk menjalankan ibadah haji ke tanah suci. 

"Dengan niat yang baik, Allah akan mengabulkan dan melapangkan pintu rejeki, dan rejeki tak terduga dari mana datangnya," pungkas Bangun, tukang mi ayam bakal naik haji tahun ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon