Aktivitas Gunung Merapi Tinggi, 30 Kali Guguran Lava dalam 24 Jam
Selasa, 29 April 2025 | 09:56 WIB
Sleman, Beritasatu.com - Aktivitas vulkanik di Gunung Merapi masih terpantau tinggi. Menurut laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Kebencanaan Geologi (BPPTKG) untuk periode pengamatan pada 28 April 2025 mulai pukul 00.00 WIB hingga 24.00 WIB, tercatat sebanyak 30 kali guguran lava pijar.
"Teramati 30 kali guguran lava ke arah Kali Putih, Bebeng dan Krasak dengan jarak luncur maksimum 1.900 meter," ujar Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso dalam pernyataan resminya pada Selasa (29/4/25).
Dengan aktivitas vulkanik yang masih tinggi, Gunung Merapi saat ini berstatus level III atau siaga.
Guguran lava ini disertai dengan aktivitas kegempaan berupa 123 kali gempa guguran, dengan amplitudo antara 2 mm hingga 28 mm dan durasi gempa berkisar 44,04 detik hingga 195,62 detik. Selain itu, tercatat pula 102 gempa hybrid atau fase banyak, serta dua gempa tektonik jauh.
Secara visual, kondisi Gunung Merapi yang memiliki ketinggian 2.968 mdpl umumnya tampak jelas meskipun sesekali tertutup kabut tipis.
Terpantau asap kawah bertekanan lemah dengan warna putih membumbung setinggi 50 meter dari puncak gunung. Cuaca di sekitar kawasan bervariasi antara cerah hingga mendung, dengan suhu udara berkisar antara 15,8 °C hingga 27 °C.
BPPTKG mengingatkan, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya, yang meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, serta Sungai Bedog, Krasak dan Bebeng hingga jarak maksimal 7 km.
Sementara di sektor tenggara, potensi ancaman meliputi alur Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol sejauh 5 km.
Masyarakat di sekitar Gunung Merapi diimbau untuk menghindari aktivitas di kawasan berpotensi bahaya, serta tetap waspada terhadap risiko lahar hujan dan awan panas guguran, terutama ketika hujan turun di area gunung. Antisipasi terhadap gangguan abu vulkanik juga diperlukan, termasuk penggunaan masker dan perlindungan sumber air bersih.
"Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung, yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya," ujarnya.
Apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, status Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. BPPTKG terus melakukan pemantauan intensif dan akan memberikan informasi terbaru terkait perkembangan aktivitas gunung tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




