ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Keluarga Buruh Tani Sleman Terbantu Kehadiran Sekolah Rakyat

Senin, 14 Juli 2025 | 19:06 WIB
CN
SL
Penulis: Chandra Adi Nurwidya | Editor: LES
Irawan buruh tani asal Sleman.
Irawan buruh tani asal Sleman. (Beritasatu.com/Chandra Adi)

Sleman, Beritasatu.com – Kehadiran Sekolah Rakyat Menengah Atas 20 Sleman membawa angin segar bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem di Daerah Istimewa Yogyakarta. Diresmikan pada 1 Juli 2025, sekolah ini menjadi alternatif pendidikan menengah atas yang sepenuhnya gratis, tanpa pungutan biaya apa pun.

Sekolah ini berlokasi di Jl. Karang Mojo, Bromonilan, Purwomartani, Kalasan, Sleman. Sejak awal, sekolah ini dirancang agar seluruh pembiayaan siswa ditanggung oleh negara.

"Karena ini program dari bapak presiden, otomatis semua kebutuhan siswa sudah disiapkan, mulai dari seragam hingga kebutuhan personal seperti pembalut untuk anak putri," jelas Reti Sudarsih, kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas 20 Sleman.

ADVERTISEMENT

Bagi Irawan, seorang buruh tani asal Sleman yang memiliki enam anak, kehadiran sekolah ini sangat membantu pendidikan putrinya, Safira.

“Dari awal sampai sekarang gratis, tidak ada bayar sama sekali, pokoknya nol rupiah,” ujarnya kepada Beritasatu, Senin (14/7/2025).

Irawan mengetahui informasi mengenai sekolah ini dari pendamping program keluarga harapan (PKH). Proses penerimaan mencakup wawancara dan pendataan keluarga penerima manfaat.

“Saya berharap anak saya bisa mendapatkan pendidikan yang baik. Karena ini program dari negara, saya yakin kualitasnya tidak main-main,” tambahnya.

Putrinya, Safira, sebelumnya menempuh pendidikan di MTs Negeri 4 dan kini bisa melanjutkan ke jenjang SMA berkat program ini. Sebagai buruh tani, Irawan mengaku kesulitan membiayai pendidikan karena penghasilannya tidak menentu.

“Kalau sedang panen ya ada penghasilan, kalau tidak, ya susah. Adanya program ini sangat meringankan,” jelasnya.

Sekolah Rakyat hadir sebagai bagian dari komitmen negara untuk menekan angka putus sekolah, khususnya di kalangan masyarakat rentan. Dengan sistem pendidikan inklusif dan tanpa biaya, sekolah ini diharapkan menjadi jembatan kesetaraan dan harapan bagi masa depan anak-anak Indonesia dari keluarga prasejahtera.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon