Video Call Terakhir Hariyadi, FOO Pesawat IAT sebelum Jatuh di Maros
Senin, 19 Januari 2026 | 19:23 WIB
Karanganyar, Beritasatu.com — Keluarga Hariyadi (46), warga Perumahan Puri Kahuripan 3, Desa Jati, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, masih menanti kabar terbaru terkait nasib korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang jatuh di kawasan Taman Nasional Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Hariyadi diketahui bekerja sebagai flight operation officer (FOO) di maskapai tersebut. Hingga Senin (19/1/2026), proses pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Hari, adik ipar korban, mengatakan komunikasi terakhir antara Hariyadi dan keluarga terjadi pada Sabtu pagi, sebelum korban berangkat menjalankan tugas.
“Biasanya memang kebiasaan dari Pak Hariyadi, kalau mau berangkat terbang itu selalu video call keluarga, terutama istri. Sabtu pagi itu sebelum berangkat juga sempat video call,” ujarnya saat ditemui di rumah duka.
Ia menegaskan, dalam penerbangan tersebut Hariyadi tidak bertugas sebagai kru penerbang, melainkan menjalankan fungsi operasional sebagai FOO pada pesawat jenis ATR.
“Bukan kru. Beliau itu FOO, flight operation officer, di pesawat ATR,” katanya.
Di mata keluarga, lanjut Hari, Hariyadi dikenal sebagai sosok yang pekerja keras, penyayang keluarga, dan bertanggung jawab.
“Kalau di mata keluarga, Pak Hariyadi itu orangnya baik, pekerja keras, dan family man. Dengan istri, saudara, semuanya baik,” ucapnya.
Informasi awal mengenai insiden tersebut diterima keluarga dari pihak maskapai pada Sabtu. Namun, istri korban tidak langsung menerima panggilan pertama karena ponselnya tidak berada di dekatnya.
“Yang pertama dihubungi itu kakak saya selaku istri. Tapi karena HP tidak dekat, lalu ada pemberitahuan lanjutan bahwa pesawat tersebut hilang kontak. Update selanjutnya katanya akan diinformasikan lagi,” jelasnya.
Hingga kini, pihak keluarga mengaku belum menerima kepastian terkait kondisi Hariyadi.
“Informasi terakhir sampai hari ini masih dalam tahap pencarian. Kami masih menunggu update dari tim SAR,” imbuhnya.
Hari juga menyampaikan bahwa pada Minggu (18/1/2026), pihak kepolisian telah melakukan pengambilan data antemortem untuk keperluan identifikasi korban.
“Sudah dilakukan pengambilan antemortem oleh Polda. Yang diambil dari bapaknya, Pak Supardi, karena istri dan ibu korban kondisinya kurang sehat,” katanya.
Sementara itu, kondisi istri korban hingga saat ini masih dalam keadaan terpukul dan syok akibat peristiwa tersebut.
“Kondisinya masih lemah dan syok, belum bisa diajak komunikasi banyak,” pungkasnya.
Pantauan di rumah duka, kerabat dan tetangga terus berdatangan untuk memberikan doa serta dukungan moril kepada keluarga korban yang tengah menunggu kabar pencarian.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




