Ini Perbedaan ELT dan Black Box dalam Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 IAT
Senin, 19 Januari 2026 | 09:48 WIB
Makassar, Beritasatu.com - Penemuan Emergency Locator Transmitter (ELT) pesawat ATR di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, sempat disalahartikan sebagai black box atau kotak hitam.
Peristiwa ini menegaskan perbedaan fungsi dua perangkat penting dalam investigasi kecelakaan udara. Keduanya kerap dianggap sama, padahal fungsi dan perannya berbeda.
Tim SAR gabungan memastikan benda yang lebih dahulu ditemukan di lokasi jatuhnya pesawat adalah ELT, bukan kotak hitam atau black box. ELT berfungsi mengirimkan sinyal darurat ke satelit untuk membantu tim pencari menemukan lokasi pesawat setelah kecelakaan.
Komandan Korem 141/Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan mengakui sempat terjadi kekeliruan informasi. Pernyataan awal mengenai penemuan black box ditarik setelah verifikasi lanjutan bersama Basarnas.
“Saya sempat menyampaikan itu black box, tetapi setelah dicek kembali ternyata bukan. Yang ditemukan adalah ELT,” ujar Andre, Minggu (18/1/2026).
Menurut Andre, kekeliruan terjadi karena pencarian dilakukan pada malam hari dengan informasi awal yang belum utuh. Secara fisik, ELT memang mirip dengan black box. Keduanya sama-sama berwarna oranye dan berukuran relatif kecil, sehingga mudah tertukar.
Edukasi Penerbangaan
Dilansir dari laman edukasi penerbangan, secara teknis, ELT dan black box memiliki tugas berbeda. ELT biasanya terpasang di bagian depan pesawat. Perangkat ini aktif otomatis saat terjadi benturan atau terendam air, lalu memancarkan sinyal lokasi darurat. Data yang dikirim terbatas, terutama posisi dan identitas pesawat.
Adapun black box, yang terdiri dari Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR), berfungsi merekam data penerbangan dan percakapan kokpit. Perangkat ini umumnya ditempatkan di bagian belakang pesawat karena area tersebut relatif lebih terlindungi saat kecelakaan.
Andre menegaskan, meski ELT telah ditemukan, operasi pencarian belum selesai. Tim SAR masih berupaya menemukan black box karena data di dalamnya menjadi kunci utama untuk mengetahui penyebab kecelakaan.
“Pencarian tetap dilanjutkan, baik untuk kotak hitam maupun evakuasi korban,” katanya.
Hingga kini, tim gabungan masih menghadapi medan terjal Gunung Bulusaraung untuk mengumpulkan material pesawat dan mengevakuasi korban ke posko utama.
Penemuan ELT menjadi petunjuk penting lokasi jatuh pesawat, sementara investigasi penyebab kecelakaan menunggu ditemukannya black box.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




