ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

27 Daerah di Jatim Alami Kekeringan, BPBD Salurkan Air Bersih

Rabu, 7 Agustus 2024 | 23:39 WIB
AS
IC
Penulis: Ahmad Shoim | Editor: CAH
Ilustrasi kekeringan.
Ilustrasi kekeringan. (Antara/Syaiful Arif)

Surabaya, Beritasatu.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur (Jatim) mencatat sepanjang 2024 terdapat 27 kabupaten/kota di Jatim mengalami kekeringan. Hal itu ditandai dengan penetapan status darurat kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto mengungkapkan, sejumlah daerah yang telah menetapkan status darurat kekeringan, yakni Kabupaten Lamongan, Bangkalan, Bondowoso, Gresik, Lumajang, Situbondo, Sampang, Pamekasan, Banyuwangi, Bojonegoro, Blitar, Ponorogo, Jombang, Tulungagung, Pacitan, Malang, Mojokerto, Probolinggo, Ngawi, Tuban, Trenggalek, Jember, Pasuruan, Sumenep, Magetan, Kediri, dan Kota Batu.

"Dari jumlah tersebut, mayoritas menetapkan daerahnya dalam status siaga darurat kekeringan. Namun, ada empat daerah yang menetapkan status tanggap darurat kekeringan, yakni Kabupaten Jombang, Kabupaten Blitar, Lumajang, dan Pacitan,” kata Gatot.

ADVERTISEMENT

Salah satu upaya yang dilakukan dalam upaya menanggulangi kekeringan tersebut adalah melakukan dropping air bersih. Terbaru, dropping air bersih dilaksanakan di Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto

Dari data yang ada, terdapat 4.937 jiwa atau sekitar 1.556 KK warga Desa Kunjorowesi yang menerima bantuan dropping air bersih. Selain bantuan air bersih, BPBD Jatim juga menyerahkan bantuan logistik penanganan kekeringan berupa tandon berkapasitas 1.200 liter sebanyak 20 unit, tandon lipat 10 unit, terpal 100 lembar, dan jeriken sebanyak 200 unit.

Bantuan didistribusikan tidak hanya untuk masyarakat Kunjorowesi, tetapi juga diberikan kepada warga Desa Manduro Mangung Gajah, Kecamatan Ngoro dan Desa Duyung, Kecamatan Trawas, yang keduanya juga mengalami kekeringan.

Gatot mengakui, kekeringan di Desa Kunjorowesi terjadi setiap tahun. Selama ini, BPBD Kabupaten Mojokerto juga telah melakukan dropping air bersih dengan anggaran yang dimiliki.

"Saat ini kami mendukung dari anggaran yang ada di provinsi.  Alhamdulillah, kami juga memberikan bantuan tandon, tandon lipat, terpal, dan jirigen," ujarnya.

Selain dropping air bersih, BPBD Jatim bersama BPBD Kabupaten Mojokerto juga terus berupaya mencari solusi penanganan kekeringan di Desa Kunjorowesi secara permanen. Upaya mencari solusi tersebut dilakukan dengan melibatkan kalangan perguruan tinggi.

"Beberapa upaya sebetulnya sudah pernah dilakukan, namun belum berhasil. Rencananya, kita akan terus berikhtiar mencari solusi lainnya," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Warga Siaga, Tangerang Masih Diguyur Hujan Ekstrem

Warga Siaga, Tangerang Masih Diguyur Hujan Ekstrem

BANTEN
Sejumlah Wilayah Jateng Selatan Mulai Masuki Musim Kemarau

Sejumlah Wilayah Jateng Selatan Mulai Masuki Musim Kemarau

JAWA TENGAH
BPBD Lumajang Siaga Mobil Tangki Hadapi Kemarau Panjang Akibat El Nino

BPBD Lumajang Siaga Mobil Tangki Hadapi Kemarau Panjang Akibat El Nino

JAWA TIMUR
BMKG Ingatkan El Nino Bisa Picu Panas Ekstrem dan Kekeringan 2026

BMKG Ingatkan El Nino Bisa Picu Panas Ekstrem dan Kekeringan 2026

EKONOMI
Siklus Air Global Kacau, WMO: Banjir dan Kekeringan Makin Ekstrem

Siklus Air Global Kacau, WMO: Banjir dan Kekeringan Makin Ekstrem

INTERNASIONAL
Musim Kemarau, BMKG Sebut 5 Kabupaten Ini Sudah Mulai Kekeringan

Musim Kemarau, BMKG Sebut 5 Kabupaten Ini Sudah Mulai Kekeringan

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon