Gubernur Khofifah Sampaikan Duka atas Tragedi Ponpes Al Khoziny
Selasa, 30 September 2025 | 07:53 WIB
Sidoarjo, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengucapkan duka mendalam atas tragedi ambruknya bangunan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim).
Ia menegaskan, evaluasi menyeluruh akan dilakukan agar ke depan ruang-ruang pendidikan, termasuk pesantren, dapat menjadi tempat yang aman bagi seluruh santri dan peserta didik.
Khofifah juga meminta keluarga korban untuk tetap sabar menghadapi ujian berat ini. “Semoga para santri yang masih menunggu proses evakuasi segera ditemukan dalam keadaan selamat, dan semua upaya yang dilakukan dapat membuahkan hasil terbaik,” ujarnya, Selasa (30/9/2025) pagi.
Sebelumnya diberitakan, sebuah musala yang berada di lantai dua Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, ambruk saat digunakan untuk salat ashar berjemaah pada Senin (29/9/2025) sekitar pukul 14.40 WIB.
Kejadian nahas ini menimpa para santri yang sedang beribadah di dalam bangunan tersebut.
Salah satu saksi mata, Wahid, santri kelas tujuh di sanawiah Al Khoziny, menyebut bahwa sebelum ambruk, bangunan sempat terasa bergoyang.
Proses evakuasi korban runtuhnya gedung musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, terus dilakukan oleh tim SAR gabungan pada Senin (29/9/2025) malam.
Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak menegaskan seluruh personel yang terlibat sudah bekerja maksimal dari berbagai arah, kecuali jalur belakang ponpes yang dinilai tidak menunjukkan tanda-tanda adanya korban.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




