ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Strategi Indah Amperawati setelah Dana Lumajang Dipotong Pusat

Kamis, 9 Oktober 2025 | 22:05 WIB
AK
JS
Penulis: Ahmad Rifqi Danwanus Khalwani | Editor: JJS
Bupati Indah Amperawati memiliki strategi untuk Lumajang setelah anggaran dipotong pusat.
Bupati Indah Amperawati memiliki strategi untuk Lumajang setelah anggaran dipotong pusat. (Beritasatu.com/Rifqi Danwanus)

Lumajang, Beritasatu.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menyiapkan langkah strategis menghadapi penurunan dana transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp 266,48 miliar pada anggaran 2026.

Penyesuaian kebijakan fiskal dilakukan melalui efisiensi belanja dan optimalisasi potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), agar pembangunan daerah tetap berjalan tanpa mengorbankan layanan publik.

Bupati Lumajang Indah Amperawati menyampaikan, kondisi fiskal yang menantang tidak boleh menjadi alasan untuk melemahkan kinerja pembangunan.

ADVERTISEMENT

Pemerintah daerah akan berfokus pada kebijakan anggaran yang lebih adaptif dan produktif, dengan menata ulang prioritas belanja agar tepat sasaran.

“Kami harus bijak dalam mengelola anggaran. Penurunan transfer pusat menjadi tantangan, tetapi juga momentum untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah melalui peningkatan PAD dan efisiensi belanja,” ujar Bupati Indah Amperawati kepada wartawan, Kamis (9/10/2025).

Menurutnya, arah kebijakan keuangan daerah tahun 2026 akan lebih hati-hati dan keberlanjutan. Pemerintah akan mengutamakan belanja wajib dan mengikat, terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur dasar yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

“Fokus kami tetap pada kebutuhan dasar masyarakat. Pemerintah harus memastikan layanan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur tetap berjalan optimal,” tegasnya.

Indah Amperawati menegaskan, Pemkab Lumajang berkomitmen menjaga sinergi antara kebijakan daerah dengan arah kebijakan nasional, sebagaimana tertuang dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF).

Sinkronisasi ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pembangunan di tengah dinamika fiskal yang terjadi.

“Langkah adaptif ini bukan sekadar mengencangkan ikat pinggang, tapi memastikan setiap rupiah anggaran memberi hasil nyata bagi masyarakat,” tutupnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

PDIP Panaskan Mesin Politik di Lumajang, Sinyal Pertahankan Kekuasaan

PDIP Panaskan Mesin Politik di Lumajang, Sinyal Pertahankan Kekuasaan

JAWA TIMUR
Sapi 1,1 Ton Milik Peternak Muda Lumajang Jadi Kurban Presiden

Sapi 1,1 Ton Milik Peternak Muda Lumajang Jadi Kurban Presiden

JAWA TIMUR
Kronologi Carok di Lumajang gara-gara Daun Nangka

Kronologi Carok di Lumajang gara-gara Daun Nangka

JAWA TIMUR
BPBD Lumajang Siaga Mobil Tangki Hadapi Kemarau Panjang Akibat El Nino

BPBD Lumajang Siaga Mobil Tangki Hadapi Kemarau Panjang Akibat El Nino

JAWA TIMUR
Lumajang Juara Jumlah Kunjungan Wisman Terbanyak di Jawa Timur

Lumajang Juara Jumlah Kunjungan Wisman Terbanyak di Jawa Timur

JAWA TIMUR
Timbun 1.000 Tabung, Pertamina Putus Kerja Pangkalan LPG di Lumajang

Timbun 1.000 Tabung, Pertamina Putus Kerja Pangkalan LPG di Lumajang

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon