523 Gempa Terekam Sepekan, Status Semeru Siaga
Rabu, 4 Maret 2026 | 13:15 WIB
Lumajang, Beritasatu.com - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, masih berada pada Level III (Siaga). Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Lana Saria, terkait evaluasi periode 23-28 Februari 2026.
Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi menyeluruh hingga 28 Februari 2026, tingkat aktivitas Gunung Semeru dinyatakan tetap pada Level III (Siaga).
Secara visual, aktivitas erupsi masih berlangsung, meski kerap tidak teramati akibat cuaca berkabut. Kolom letusan terpantau setinggi 400-700 meter dari puncak mengarah ke timur laut. Sementara itu, awan panas tercatat meluncur sejauh 1.000-3.000 meter menuju Besuk Kobokan.
Badan Geologi menyebut, aktivitas pada periode tersebut masih didominasi permukaan, seperti erupsi dan guguran lava. “Aktivitas erupsi dan guguran lava masih terjadi namun secara visual jarang teramati karena terkendala cuaca berkabut,” tulis Lana dalam laporan tertulisnya, Rabu (4/3/2026).
Data instrumental menunjukkan tingkat kegempaan masih relatif tinggi. Dalam kurun sepekan, tercatat 523 kali gempa letusan/erupsi, 28 kali gempa guguran, 42 kali gempa hembusan, 20 kali tremor harmonik, serta beberapa gempa vulkanik dalam dan tektonik.
Meski aktivitas gempa cukup intens, Badan Geologi menyatakan belum ada indikasi kuat suplai magma baru. Sistem vulkanik saat ini dinilai sedang berada dalam fase relaksasi. “Kondisi ini menandakan sistem vulkanik sedang berada dalam fase relaksasi dan tidak mengalami pressurisasi, namun sangat rentan terhadap peningkatan tekanan,” jelasnya.
Dengan status Siaga, masyarakat dan wisatawan dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak. Selain itu, radius 5 kilometer dari kawah atau puncak juga harus steril karena berpotensi terjadi lontaran batu pijar.
Badan Geologi turut mengingatkan potensi bahaya awan panas, guguran lava, serta lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak, terutama Besuk Kobokan dan sekitarnya. Evaluasi aktivitas Gunung Semeru akan dilakukan secara berkala atau sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan signifikan. Hingga laporan terbaru diterbitkan, status Level III (Siaga) masih tetap berlaku.
Pemerintah daerah dan BPBD Provinsi maupun Kabupaten diimbau terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Semeru guna mengantisipasi potensi peningkatan aktivitas vulkanik.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




