Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Awan Panas Meluncur Sejauh 4,5 Km
Jumat, 19 Juni 2026 | 08:43 WIB
Lumajang, Beritasatu.com - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi dengan melontarkan awan panas guguran (APG) pada Jumat (19/6/2026) pagi. Material vulkanik dilaporkan meluncur hingga sekitar 4,5 kilometer dari puncak, sehingga warga di sekitar lereng diminta meningkatkan kewaspadaan.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi disertai APG terjadi pada pukul 07.21 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak. Arah sebaran material terpantau mengalir menuju Besuk Kobokan.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang bergerak ke arah utara dan barat laut. Aktivitas erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter serta durasi 5 menit 33 detik, sebagaimana disampaikan petugas pos pengamatan gunung api Semeru PVMBG, Mukdas Sofian.
“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 5 menit 33 detik,” ujar Mukdas dalam laporan tertulisnya.
Hingga kini, belum terdapat laporan dampak signifikan akibat aktivitas vulkanik tersebut. Namun, status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga, sehingga masyarakat di sekitar lereng diminta tetap waspada dan mengikuti arahan resmi otoritas kebencanaan.
PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius 8 kilometer dari puncak, terutama di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan. Selain itu, warga juga diminta menjauhi area sekitar aliran sungai sejauh 500 meter dari tepi sungai karena berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar hingga 13 kilometer dari puncak.
“Tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 8 kilometer dari puncak. Di luar itu, masyarakat juga tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 13 kilometer dari puncak,” jelasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




