Anak Muda Ngawi Pilih Pakaian Bekas untuk Baju Lebaran
Jumat, 20 Maret 2026 | 06:22 WIB
Ngawi, Beritasatu.com - Tradisi membeli baju baru saat Lebaran masih melekat di masyarakat. Namun, di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, tren tersebut mulai bergeser. Anak-anak muda kini cenderung memilih pakaian bekas layak pakai atau thrift sebagai alternatif untuk tampil saat hari raya Idulfitri.
Fenomena ini terlihat di salah satu tiko baju thrift yang mulai dipadati pengunjung menjelang Lebaran. Pemilik toko, Andriawan, mengatakan lonjakan pengunjung sudah terjadi sejak sepekan terakhir Ramadan, terutama pada malam hari.
“Sudah satu minggu terakhir ini pengunjung meningkat drastis. Biasanya ramai saat malam hari karena siang orang berpuasa,” ujar Andriawan, Kamis (19/3/2026).
Ia menjelaskan, mayoritas pembeli merupakan anak muda yang memanfaatkan uang tunjangan hari raya (THR) untuk berbelanja kebutuhan Lebaran. Kondisi tersebut turut mendorong peningkatan penjualan secara signifikan.
Jika pada hari biasa hanya terjual sekitar lima hingga 10 potong pakaian, kini dalam semalam penjualan bisa mencapai puluhan potong. Harga yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp 50.000 per potong, tergantung merek dan kualitas.
Salah satu pembeli, Agung (25), mengaku sengaja memilih pakaian thrift untuk kebutuhan Lebaran tahun ini. Ia menilai penggunaan pakaian tersebut tidak menjadi masalah selama kondisinya masih layak pakai.
“Memang untuk kebutuhan Lebaran. Menurut saya tidak masalah pakai thrift, yang penting sudah bersih dan masih bagus,” ujarnya.
Tren ini mencerminkan perubahan gaya konsumsi di kalangan anak muda. Selain mempertimbangkan harga dan gaya, faktor keberlanjutan juga mulai menjadi pertimbangan dalam memilih pakaian untuk hari raya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




