ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sambut Tahun Baru Imlek 2574, Kota Singkawang Bersolek

Sabtu, 21 Januari 2023 | 18:15 WIB
B
YD
Penulis: BeritaSatu | Editor: YUD
Satu keluarga berfoto di depan Patung Kelinci yang menjadi simbol perayaan Imlek 2574 di Kota Singkawang, Sabtu 21 Januari 2023.
Satu keluarga berfoto di depan Patung Kelinci yang menjadi simbol perayaan Imlek 2574 di Kota Singkawang, Sabtu 21 Januari 2023. (Antara/Nurul Hayat)

Singkawang, Beritasatu.com - Kota Singkawang tengah bersolek guna menyambut Tahun Baru Imlek 2574 yang jatuh pada hari Minggu (22/1/2023) besok. Gerbang Cap Go Meh berwarna merah dengan dihiasi ornamen naga dalam rangka baja di sisi kiri dan kanan. Kemeriahan menyambut tahun baru dalam penanggalan Imlek makin terasa saat memasuki kota yang terletak di wilayah utara Kalimantan Barat itu.

Berbagai gantungan lampion, ornamen patung sepasang kelinci dan anak-anaknya, pohon Mei tiruan, dan hiasan lainnya saling melengkapi mengisi nuansa cerah. Warna merah, oranye, dan kuning mendominasi di banyak tempat sejak memasuki kota hingga di pusatnya.

Hiasan-hiasan berwarna cerah itu seakan ingin menunjukkan keindahannya yang membuat tiap-tiap orang yang melintasi akan melihat dan terkesan dengan penampilannya. Lantas mengabadikan melalui kamera foto dan video. Suasana itu dapat ditemui di banyak lokasi hingga ke kampung-kampung setempat.

Warga keturunan Tionghoa memasang lampion di Taman Pecinan Jam Tang di Desa Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, Kalimantan Barat, Jumat 20 Januari 2023.
Warga keturunan Tionghoa memasang lampion di Taman Pecinan Jam Tang di Desa Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, Kalimantan Barat, Jumat 20 Januari 2023.

Saat masuk kota berpenduduk sekitar 235.064 jiwa (data BPS 2020) ini, atau selepas dari gerbang Cap Go Meh, ada Kampung Kali Asin Luar, Kelurahan Sedau, yang mayoritas penduduknya etnis Tionghoa. Kampung ini berada di sisi kanan dari arah luar kota Singkawang.

ADVERTISEMENT

Kali Asin dikenal sebagai kampung etnis Tionghoa zaman kolonial. Dahulu, kampung ini menjadi sentra produksi garam. Kampung ini menjadi heritage (warisan) Pecinan Jam Tang (penggilingan garam). Bangunan yang ada di sana dilindungi oleh UU tentang Cagar Budaya Tahun 2010.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Cap Go Meh di Manado Penuh Warna dan Toleransi

Cap Go Meh di Manado Penuh Warna dan Toleransi

NUSANTARA
Jangan Lewatkan Keseruan Malioboro Imlek Carnival Malam Ini

Jangan Lewatkan Keseruan Malioboro Imlek Carnival Malam Ini

NUSANTARA
Hari Ini, Puncak Harmoni Imlek 2026 Digelar di Lapangan Banteng

Hari Ini, Puncak Harmoni Imlek 2026 Digelar di Lapangan Banteng

JAKARTA
Imlek 2026, Prabowo: Semoga Bawa Kedamaian dan Kemakmuran

Imlek 2026, Prabowo: Semoga Bawa Kedamaian dan Kemakmuran

NASIONAL
39.000 Penumpang Kereta Tiba di Jakarta, KAI Sudah Siapkan Antisipasi

39.000 Penumpang Kereta Tiba di Jakarta, KAI Sudah Siapkan Antisipasi

JAKARTA
Imlek 2026 Tanpa Hujan di Jabodetabek, Benarkah Tanda Rezeki Seret?

Imlek 2026 Tanpa Hujan di Jabodetabek, Benarkah Tanda Rezeki Seret?

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon