Lonjakan Infeksi Varian Baru Covid-19, Orang dalam Kondisi Ini Harus Waspada
Senin, 27 Mei 2024 | 16:59 WIB
Singapura, Beritasatu.com - Singapura mengalami lonjakan infeksi Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir, dengan varian KP.1 dan KP.2 yang baru telah menyumbang sekitar dua pertiga kasus.
Dr Tan Ming Wei, direktur medis senior WhiteCoat mengatakan, jenis varian baru ini bersifat ringan. Meskipun masyarakat tidak perlu terlalu khawatir, tetapi ia mengingatkan pada mereka yang lebih rentan, termasuk mereka yang mengalami gangguan sistem imun, harus melakukan tindakan pencegahan.
“Sejauh ini varian baru tidak menyebabkan peningkatan komplikasi atau keparahan,” ujar Dr Tan, Senin (27/5/2024).
“Namun mereka yang berisiko adalah, orang lanjut usia, mereka yang memiliki penyakit kronis, dan ibu hamil. Mereka ini harus mengambil tindakan pencegahan,” jelasnya.
Para dokter mengaitkan lonjakan kasus Covid-19 terjadi seiring dengan melemahnya kekebalan tubuh. Mereka mendesak masyarakat untuk terus mengikuti vaksinasi.
Mereka juga menyarankan masyarakat untuk bertanggung jawab secara sosial dan mempraktikkan kebiasaan sehat untuk mengurangi penyebaran penyakit tersebut. Hal ini termasuk tetap terhidrasi, mencuci tangan, tinggal di rumah saat tidak sehat, dan menggunakan masker jika seseorang menunjukkan gejala pernapasan.
“Sebagian besar pasien telah memperoleh kekebalan dari vaksinasi Covid-19 atau infeksi masa lalu. Namun, vaksinasi atau infeksi terakhir pada sebagian besar pasien mungkin terjadi lebih dari setahun yang lalu, sehingga kekebalan tubuh mungkin berkurang,” ujar Dr Xie Huizhang dari jaringan klinik kesehatan Unihealth.
Dia menambahkan, baru-baru ini ada peningkatan dalam permintaan vaksinasi. Hal ini sejalan dengan lonjakan yang biasa terjadi sebelum dan selama liburan sekolah, ketika lebih banyak orang melakukan perjalanan.
“Sungguh menggembirakan melihat semakin banyak orang yang mengindahkan saran untuk menggunakan booster vaksin Covid-19,” katanya.
“Kami menganjurkan melakukan vaksin tahunan, baik itu vaksin flu, Covid-19, atau vaksin pneumokokus untuk lansia,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




