8 Tips Aman Jalani Ibadah Haji bagi Jemaah yang Punya Riwayat Penyakit Jantung
Rabu, 29 Mei 2024 | 20:22 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Salah satu penyakit yang menjadi penyebab kematian terbanyak dari jemaah haji adalah penyakit jantung. Menurut penanggung jawab medis Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah Dr Muhaimin Munizu, banyak jemaah haji sakit yang dirujuk di KKHI dan Rumah Sakit Arab Saudi dengan keluhan serangan jantung.
Jemaah haji yang menderita penyakit jantung atau yang memiliki faktor risiko penyakit jantung sebenarnya bisa menjalankan ibadah haji dengan lancar. Untuk itu, berikut ini delapan tips aman jalani ibadah haji bagi jemaah yang punya riwayat penyakit jantung.
1. Periksa kesehatan jantung sebelum berangkat
Untuk menghindari risiko serangan jantung, jemaah diwajibkan melakukan pemeriksaan jantung, seperti elektrokardiogram (EKG) sebelum berangkat. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi penyakit jantung sejak dini.
2. Rutin mengonsumsi obat
Jemaah haji yang sedang menjalani terapi penyakit jantung koroner atau gagal jantung harus rutin dan tepat waktu mengonsumsi obat yang telah diberikan oleh dokter. Jika obat habis selama ibadah haji, segera laporkan kepada tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan haji (TKH) bisa meminta obat tambahan ke depo obat atau berkonsultasi dengan dokter spesialis di KKHI agar terapi bisa dilanjutkan.
3. Waspada ketika merasakan gejala tertentu
Jemaah haji harus waspada jika merasakan gejala, seperti nyeri hebat di dada sebelah kiri yang menjalar ke leher, rahang, bahu, sesak napas, kelelahan ekstrem, keringat dingin, dan nyeri ulu hati. Jika mengalami gejala tersebut, segera minta bantuan tenaga kesehatan terdekat.
4. Hindari aktivitas fisik berat
Kelelahan dapat memicu serangan jantung. Sesuaikan aktivitas fisik dengan kemampuan masing-masing. Penggunaan kursi roda disarankan bagi jemaah yang memiliki riwayat penyakit jantung untuk menghindari kelelahan.
5. Minum sebelum haus
Cuaca di Makkah sangat ekstrem yang mencapai 42 derajat celsius. Jemaah harus minum air secara teratur agar tidak dehidrasi. Bagi jemaah dengan gangguan jantung berat, patuhi takaran air yang dianjurkan oleh dokter.
6. Pakai alat pelindung diri
Untuk menghindari paparan langsung sinar matahari, jemaah harus membawa alat pelindung diri (APD), seperti payung, topi, kacamata, dan masker saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.
7. Mengatur ritme atau pola aktivitas harian
Semua jemaah haji disarankan mengatur ritme atau pola aktivitas harian mereka selama menjalankan ibadah. Tujuannya adalah agar tidak mengalami kelelahan.
8. Prioritaskan kesehatan
Jika jemaah dengan riwayat penyakit jantung merasa kelelahan, segera cari tempat teduh untuk beristirahat dan konsumsi banyak air putih.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




