BPOM Selidiki Penyebab Kasus MBG di Kupang
Senin, 28 Juli 2025 | 14:38 WIB
Jakarta, Beritasatu.com- Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menanggapi kasus keracunan program makan bergizi gratis (MBG) yang menimpa 220 siswa sekolah dasar di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia menyebut kasus ini tengah diselidiki oleh laboratorium BPOM di Kupang.
“Laboratorium BPOM di Kupang sedang melakukan penyelidikan tersebut,” ujar Taruna pada Senin (28/7/2025).
Ia menyebutkan, kasus keracunan massal seperti yang terjadi di Kupang bisa terjadi karena berbagai faktor.
"Saya kira ada beberapa faktor yang kita bisa lihat (dalam kasus ini),” tambahnya.
Meski saat ini belum dapat mengumumkan penyebab keracunan massal tersebut, Taruna berjanji akan secara transparan mengumumkan kepada publik hasil penyelidikan dari laboratorium BPOM di Kupang.
“Kita akan umumkan kemudian, bukan saatnya sekarang," pungkas Taruna.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad telah meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan supervisi atas keracunan massal ratusan siswa tersebut.
"Kami minta kepada (BGN), kan kita lihat bahwa BGN itu juga mempunyai sistem baru dalam hal supervisi," kata Dasco kepada wartawan Senin (28/7/2025).
Dasco mengungkapkan, supervisi tersebut meliputi pengecekan tenaga kesehatan hingga makanan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia berharap seusai BGN melakukan supervisi, kasus keracunan dari program MBG seperti yang terjadi di Kupang tidak terulang kembali.
"Kita harapkan kejadian-kejadian yang seperti itu tidak terulang," tandasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




