MBG Jadi Sorotan, Zulhas: Tidak Boleh Asal-asalan
Jumat, 24 April 2026 | 19:57 WIB
Kraksaan, Beritasatu.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah tidak hanya berfungsi sebagai penyedia makanan untuk pelajar, tetapi juga menjadi instrumen evaluasi atau audit ketahanan pangan di tingkat daerah.
Hal ini terlihat dari kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Ketahanan Pangan, Zulkifli Hasan, ke Kota Probolinggo, Jawa Timur, selama dua hari untuk memantau pelaksanaan program tersebut.
Selain mengecek harga sembako dan ketahanan pangan daerah, Zulhas juga meninjau pelaksanaan MBG di SMA Negeri 1 Kota Probolinggo.
Ia memastikan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa sesuai standar gizi seimbang.
Setiap menu MBG, menurutnya, wajib mengandung komposisi lengkap mulai dari karbohidrat, protein, sayur, buah, hingga susu.
“Program ini untuk anak-anak, jadi kualitasnya tidak boleh asal-asalan. Kalau tidak sesuai standar, dapurnya akan ditutup,” ujar Zulkifli Hasan, Jumat (24/04/2026).
Dalam konteks pengawasan tersebut, Zulhas menegaskan bahwa MBG kini juga berfungsi sebagai alat ukur kesiapan daerah dalam mengelola sistem pangan, termasuk kualitas dapur produksi makanan.
Meski bersikap tegas, ia menyebut pelaksanaan MBG di Kota Probolinggo sejauh ini masih berjalan sesuai ketentuan dan belum ditemukan pelanggaran standar gizi.
Wali Kota Probolinggo Aminuddin menyampaikan, terdapat 27 dapur MBG yang tersebar di wilayahnya. Seluruh dapur tersebut berada di bawah pengawasan Satuan Tugas (Satgas) untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga.
“Kami terus melakukan pengawasan. Kalau ada yang tidak sesuai standar, pasti akan kami tindak,” katanya.
Pemerintah daerah juga memberikan ruang bagi sekolah untuk menyampaikan evaluasi terhadap menu yang disediakan dapur MBG.
Namun, Zulhas mengingatkan agar mekanisme tersebut digunakan secara bijak dan tidak disalahartikan di ruang publik.
Melalui pengawasan ketat ini, pemerintah berharap program MBG tidak hanya meningkatkan asupan gizi pelajar, tetapi juga menjadi tolok ukur keberhasilan daerah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




