ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Latihan Beban Bisa Lebih Efektif Cegah Diabetes daripada Lari

Rabu, 12 November 2025 | 10:30 WIB
WT
WT
Penulis: Wahyu Sahala Tua | Editor: WS
Latihan beban lebih efektif dari lari dalam cegah diabetes dan lemak berlebih, tingkatkan sensitivitas insulin, dan bantu tubuh lebih sehat.
Latihan beban lebih efektif dari lari dalam cegah diabetes dan lemak berlebih, tingkatkan sensitivitas insulin, dan bantu tubuh lebih sehat. (WebMD/DOK)

Jakarta, Beritasatu.com - Latihan kekuatan atau weightlifting mungkin lebih dari sekadar membentuk otot. Studi terbaru menunjukkan bahwa latihan ini bahkan bisa lebih efektif daripada lari dalam melindungi tubuh dari diabetes dan kenaikan berat badan yang tidak sehat.

Para ilmuwan di Virginia Tech melakukan penelitian menggunakan tikus yang diberi diet tinggi lemak. Hasilnya menunjukkan bahwa baik lari maupun latihan beban sama-sama meningkatkan kontrol gula darah, tetapi latihan beban lebih efektif dalam mengurangi lemak tubuh, meningkatkan toleransi glukosa, dan menurunkan resistensi insulin, faktor-faktor penting untuk mencegah dan mengelola diabetes tipe 2.

Zhen Yan, penulis senior studi sekaligus Direktur Center for Exercise Medicine Research di Virginia Tech, mengatakan saat ini ada anggapan bahwa aktivitas fisik seperti lari efektif untuk mencegah diabetes. Hanya saja ada aktivitas lainnya yang jauh lebih efektif. 

ADVERTISEMENT

“Kita semua ingin hidup panjang dan sehat. Latihan teratur, baik ketahanan seperti lari maupun kekuatan seperti angkat beban, terbukti meningkatkan sensitivitas insulin,” katanya dikutip UPI, Rabu (12/11/2025). 

Untuk membandingkan kedua jenis latihan, peneliti menciptakan model ‘weightlifting’ untuk tikus. Kelompok latihan beban diberi kerah bahu kecil dan harus mengangkat tutup berbobot untuk mendapatkan makanan, meniru gerakan seperti squat. Kelompok lari memiliki akses ke roda lari, sementara kelompok kontrol tetap tidak aktif atau diberi diet normal/tinggi lemak.

Setelah delapan minggu, kedua kelompok latihan menunjukkan perbaikan kesehatan. Namun, tikus yang berlatih beban mengalami penurunan lemak perut dan bawah kulit yang lebih signifikan, serta sinyal insulin otot yang lebih baik.

“Pesan pentingnya adalah lakukan kombinasi latihan ketahanan dan kekuatan bila memungkinkan untuk manfaat kesehatan maksimal,” ujar Yan. 

Namun bagi mereka yang tidak bisa melakukan latihan ketahanan, kabar baiknya adalah latihan beban memiliki manfaat anti-diabetes yang setara, bahkan bisa lebih baik.  Di Amerika Serikat, lebih dari 38 juta orang menderita diabetes, dan obesitas tetap menjadi faktor risiko utama. Yan menekankan, meskipun obat-obatan diabetes modern seperti GLP-1 tersedia, obat tidak bisa menggantikan manfaat penuh dari latihan fisik teratur.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Jangan Sepelekan Obesitas karena Bisa Picu Diabetes hingga Kanker

Jangan Sepelekan Obesitas karena Bisa Picu Diabetes hingga Kanker

LIFESTYLE
Diabetes Tipe 2 Bisa Sembuh Tanpa Obat, Ini Kuncinya

Diabetes Tipe 2 Bisa Sembuh Tanpa Obat, Ini Kuncinya

LIFESTYLE
Cek Bentuk Bokong, Bisa Jadi Tanda Gangguan Gula Darah

Cek Bentuk Bokong, Bisa Jadi Tanda Gangguan Gula Darah

LIFESTYLE
Kopi Hitam Dinilai Bantu Turunkan Risiko Komplikasi Diabetes Tipe 2

Kopi Hitam Dinilai Bantu Turunkan Risiko Komplikasi Diabetes Tipe 2

LIFESTYLE
Cahaya Alami Terbukti Perbaiki Metabolisme Penderita Diabetes

Cahaya Alami Terbukti Perbaiki Metabolisme Penderita Diabetes

LIFESTYLE
48.815 Warga Tangerang Idap Diabetes, 60 Orang Meninggal pada 2025

48.815 Warga Tangerang Idap Diabetes, 60 Orang Meninggal pada 2025

BANTEN

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon