Film The King’s Warden: Raih 10 Juta Penonton dan Jadi Fenomena 2026
Rabu, 11 Maret 2026 | 14:00 WIB
Seoul, Beritasatu.com - Industri perfilman Korea Selatan kembali mencuri perhatian internasional melalui film sejarah terbaru, The King’s Warden, yang mendapat pujian langsung dari Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung. Film ini menuai respons positif dari kritikus, para penonton, hingga pejabat negara.
Latar Sejarah Dinasti Joseon
Film ini berlatar pada masa Dinasti Joseon (1392–1897) dan mengisahkan seorang penjaga kerajaan yang bertugas melindungi raja dari intrik politik istana, perebutan kekuasaan, dan ancaman terhadap pemerintah. Tokoh utama digambarkan setia, berprinsip kuat, dan harus menghadapi dilema antara kesetiaan, keselamatan negara, dan tanggung jawab moral. Dengan latar sejarah yang kuat, film ini mengangkat tema loyalitas, keberanian, dan pengorbanan, menjadikannya lebih dari sekadar hiburan.
Apresiasi Presiden Lee Jae Myung
Presiden Lee Jae Myung memberikan pujian khusus setelah menonton film ini. Ia menyebut film ini mampu menghidupkan kembali semangat sejarah dan keberanian para penjaga negara. Ia menekankan pentingnya film ini untuk generasi muda agar mengenal sejarah dan nilai kepemimpinan. Presiden dan ibu negara bahkan menonton langsung film tersebut pada libur Tahun Baru Imlek Februari 2026, menunjukkan dukungan resmi negara terhadap karya ini.
Produksi Skala Besar hingga Riset Mendalam
Para pembuat film melakukan riset sejarah mendalam, bekerja sama dengan sejarawan untuk memastikan akurasi cerita, kostum, dan set istana. Beberapa adegan penting difilmkan di lokasi bersejarah di Korea Selatan untuk menambah nuansa autentik. Produksi yang masif ini juga melibatkan koreografi aksi kompleks, membuat film mendapat pujian kritikus karena rekonstruksi sejarahnya yang realistis dan imersif.
Baca Juga: Daftar Lengkap Pemenang Actor Awards 2026, Film Sinners Jadi Sorotan
Respons Positif dari Kritikus dan Penonton
The King’s Warden dipuji karena berhasil menggabungkan drama sejarah dengan cerita kemanusiaan yang menyentuh. Penonton menilai alur cerita penuh intrik, karakter kompleks, dan aksi yang intens sebagai daya tarik utama. Media internasional menyoroti perpaduan sinematografi modern dengan narasi sejarah klasik, menjadikan The King’s Warden contoh sukses film sejarah Korea yang relevan bagi penonton masa kini.
Menguatkan Reputasi Perfilman Korea
Kesuksesan The King’s Warden semakin memperkuat posisi Korea Selatan di kancah perfilman dunia. Genre film sejarah tetap memiliki tempat penting, terutama jika dikemas dengan pendekatan sinematik modern. The King’s Warden membuktikan cerita sejarah dapat dikombinasikan dengan kualitas produksi tinggi untuk menarik penonton luas.
Menembus Angka 10 Juta Penonton
Mengutip laporan Korea Joongang Daily, Rabu (11/3/2026), film ini berhasil menembus 10 juta penonton hanya dalam waktu sebulan sejak dirilis. Angka fantastis ini menjadikan The King’s Warden sebagai film pertama di Korea Selatan dalam dua tahun terakhir yang mencapai pencapaian tersebut. Secara keseluruhan, penonton film ini bahkan telah melebihi 11 juta, menunjukkan popularitas tinggi di masyarakat sekaligus pencinta film.
Tak heran, kini The King’s Warden menjadi fenomena besar di industri film Korea Selatan pada 2026. Kisah tragis Raja Danjong dipadukan dengan drama kemanusiaan berhasil menarik belasan juta penonton ke bioskop.
Apresiasi tinggi Presiden Lee Jae Myung sebagai kepala negara semakin menegaskan pentingnya film ini sebagai karya budaya yang mengangkat sejarah nasional. Dengan pujian kritikus, dukungan pejabat, dan capaian box office, The King’s Warden membuktikan daya tarik genre sejarah masih kuat untuk publik di Korea Selatan dan panggung internasional.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




