ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Amankah Mengonsumsi Ikan Sapu-sapu dari Sungai di Jakarta?

Rabu, 22 April 2026 | 17:00 WIB
AM
MF
Penulis: Aura Ramadhani Marsono | Editor: MF
Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) melakukan operasi pembersihan ikan sapu-sapu di saluran penghubung (PHB) Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat 17 April 2026.
Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) melakukan operasi pembersihan ikan sapu-sapu di saluran penghubung (PHB) Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat 17 April 2026. (Berita Satu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Munculnya ikan sapu-sapu dalam jumlah besar di sejumlah sungai Jakarta tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga memunculkan kekhawatiran terkait keamanan konsumsinya.

Di tengah penangkapan massal yang dilakukan pemerintah daerah, sebagian masyarakat mulai melirik ikan ini sebagai alternatif sumber pangan karena mudah didapat.

Dalam salah satu kegiatan operasi penertiban, pemerintah Provinsi Jakarta mencatat hasil tangkapan ikan sapu-sapu mencapai sekitar 6,9 ton dari sejumlah sungai, mencerminkan besarnya populasi spesies ini di perairan perkotaan.

Namun, kondisi sungai di Jakarta yang masih menghadapi tekanan pencemaran membuat potensi risiko kesehatannya tidak bisa diabaikan.

ADVERTISEMENT

Keberadaan ikan sapu-sapu kerap dikaitkan dengan kualitas perairan yang menurun. Spesies ini mampu bertahan di lingkungan dengan kadar oksigen rendah dan tingkat pencemaran tinggi, sehingga sering dijadikan indikator bahwa ekosistem sungai tidak dalam kondisi sehat.

Karena itu, keamanan konsumsi ikan sapu-sapu di Jakarta sangat ditentukan oleh kondisi lingkungan tempat hidupnya serta potensi kontaminasi yang menyertainya.

Kondisi Sungai Jakarta yang Memprihatinkan

Sejumlah sungai utama di Jakarta seperti Sungai Ciliwung dan Sungai Pesanggrahan masih menghadapi beban pencemaran yang signifikan. Limbah domestik, aktivitas industri, serta aliran sampah dari kawasan padat penduduk menjadi faktor dominan yang menurunkan kualitas air.

Pemantauan Dinas Lingkungan Hidup Jakarta menunjukkan bahwa kualitas air sungai di Jakarta masih didominasi kondisi tercemar, bahkan pada 36% hingga 71% titik pemantauan masuk kategori cemar berat. Kondisi ini mencerminkan tingginya beban polutan yang terus masuk ke badan sungai setiap hari.

Skala populasi ikan sapu-sapu yang tinggi, seperti terlihat dari penangkapan hingga 6,9 ton, memperlihatkan dominasi spesies ini di tengah kondisi perairan yang tertekan.

Dalam lingkungan seperti ini, ikan sapu-sapu justru mampu berkembang pesat karena daya adaptasinya terhadap kondisi ekstrem. Dominasi tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa kualitas perairan berada dalam tekanan serius.

Apakah Bahaya Mengonsumsi Ikan Sapu-sapu dari Sungai Tercemar?

Risiko utama konsumsi ikan sapu-sapu berkaitan dengan kemampuannya mengakumulasi zat berbahaya dari lingkungan. Sebagai ikan pemakan dasar, spesies ini terpapar langsung sedimen yang menjadi tempat berkumpulnya limbah kimia dan biologis.

Penelitian dalam jurnal Aquatic Toxicology menunjukkan bahwa paparan kadmium dapat memicu perubahan biomarker pada ikan, termasuk aktivitas enzim dan kondisi jaringan. Perubahan ini menjadi indikator adanya stres biologis akibat paparan zat toksik di perairan.

World Health Organization (WHO) menyebut bahwa ikan dari perairan tercemar berpotensi mengandung logam berat seperti kadmium, merkuri, dan timbal yang dapat masuk ke tubuh manusia melalui konsumsi. Paparan tersebut terjadi secara bertahap dan dapat terakumulasi dalam jangka panjang.

Selain logam berat, potensi kontaminasi bakteri patogen seperti escherichia coli juga menjadi perhatian, terutama di sungai yang menerima limbah domestik. Kombinasi kontaminasi kimia dan biologis ini meningkatkan risiko kesehatan jika ikan dikonsumsi secara rutin.

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan, akumulasi logam berat dalam tubuh dapat memicu gangguan serius, mulai dari kerusakan organ, gangguan sistem saraf, hingga peningkatan risiko penyakit kronis. Kandungan tersebut tidak dapat dihilangkan sepenuhnya melalui proses memasak.

Layak atau Tidak untuk Dikonsumsi?

Dalam konteks Jakarta, dominasi sungai dengan status tercemar membuat ikan sapu-sapu memiliki tingkat risiko tinggi untuk dikonsumsi. Tingkat pencemaran meningkatkan kemungkinan akumulasi zat berbahaya dalam tubuh ikan.

Karakter ikan sapu-sapu sebagai pemakan dasar memperbesar risiko tersebut karena interaksi langsung dengan sedimen yang telah terkontaminasi. Hal ini menjadikan tingkat paparan lebih tinggi dibandingkan ikan yang hidup di lapisan air atas.

Para ahli pada umumnya tidak merekomendasikan konsumsi ikan sapu-sapu dari sungai perkotaan tanpa pengujian laboratorium yang memadai. Risiko kesehatan dinilai lebih besar dibandingkan manfaatnya sebagai sumber protein alternatif.

Sebagai langkah aman, masyarakat disarankan memilih sumber protein dari perairan yang lebih terkontrol seperti hasil budidaya. Upaya perbaikan kualitas sungai juga menjadi faktor penting untuk menekan risiko jangka panjang.

Mengonsumsi ikan sapu-sapu dari sungai di Jakarta belum dapat dikatakan aman. Tingginya potensi kontaminasi logam berat dan bakteri akibat pencemaran menjadi faktor utama yang perlu diwaspadai.

Dalam kondisi kualitas air yang belum stabil, menghindari konsumsi ikan dari perairan tercemar menjadi langkah paling aman untuk melindungi kesehatan dalam jangka panjang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Bahaya Dikonsumsi, Ikan Sapu-sapu Mengandung Protein dan Logam Berat

Bahaya Dikonsumsi, Ikan Sapu-sapu Mengandung Protein dan Logam Berat

JAKARTA
Dinas KPKP Pastikan Temuan Logam Berat pada Ikan Sapu-sapu di Jakarta

Dinas KPKP Pastikan Temuan Logam Berat pada Ikan Sapu-sapu di Jakarta

JAKARTA
8 Negara Ini Jadikan Ikan Sapu-sapu sebagai Santapan, Simak Daftarnya!

8 Negara Ini Jadikan Ikan Sapu-sapu sebagai Santapan, Simak Daftarnya!

INTERNASIONAL
Jaga Ekosistem Perairan, Pemkot Jakut Jaring 493 Kilogram Sapu-sapu

Jaga Ekosistem Perairan, Pemkot Jakut Jaring 493 Kilogram Sapu-sapu

JAKARTA
Satpol PP Temukan Pengolahan Ikan Sapu-sapu untuk Dijual ke Cikarang

Satpol PP Temukan Pengolahan Ikan Sapu-sapu untuk Dijual ke Cikarang

JAKARTA
217 Kilogram Ikan Sapu-sapu Ditangkap di Waduk Bojong Indah

217 Kilogram Ikan Sapu-sapu Ditangkap di Waduk Bojong Indah

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon