Ini Langkah Kemlu untuk Siapkan Pembukaan Pariwisata Indonesia
Kamis, 29 Juli 2021 | 16:42 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) ikut andil untuk melakukan persiapan pembukaan pariwisata di dalam negeri. Langkah terbaru adalah memfasilitasi tim terpadu dari pemerintah pusat dan Angkasa Pura bersama para pengelola industri pariwisata ke Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), dalam rangka melakukan benchmarking atau mengidentifikasi praktik terbaik (best practices) dalam pembukaan pariwisata di sana.
"Apa yang dilakukan Dubai sehingga bisa relatif terbuka dan apa best practices yang bisa kita tiru sebab Dubai, Qatar, dan Singapura adalah hub internasional ke seluruh dunia. Kalau kita jaga kunci ini maka kita bisa menjaga akses ke seluruh dunia," kata Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu), Mahendra Siregar, dalam peluncuran nota kesepahaman Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kementerian Luar Negeri (BPPK Kemlu) dan Universitas Indonesia (UI), Kamis (29/7/2021).
Wamenlu mengatakan Kemlu juga memfasilitasi penandatanganan nota kesepahaman antara pemerintah Provinsi Bali dengan rumah mode asal Prancis, Christian Dior, untuk mempromosikan ekspresi budaya tradisional Indonesia khususnya Tenun Endek Bali.
Tenun Endek Bali akan digunakan sebagai koleksi untuk Spring/Summer 2021. Tenun itu diperkirakan akan sudah mulai tersedia di butik Dior seluruh dunia pada Maret 2021.
"Kita melakukan kerja sama efektif dan produktif antara Rumah Desain Dior di Prancis dengan pengrajin produsen kain tenun Endek Bali dan sekarang bergerak ke arah desain tas untuk musim akan datang," kata Mahendra.
Menurut wamenlu, pemerintah saat ini juga menyiapkan sistem contact tracing berupa aplikasi super (super apps) dengan menggabungkan tiga aplikasi sekaligus yaitu yaitu PeduliLindungi, Indonesia Health Alert Card (eHAC), dan surat bukti vaksinasi. Aplikasi yang memanfaatkan sistem barcodeitu dipakai untuk melakukan pelacakan kontak bagi turis asing yang berwisata ke Indonesia.
Menurut wamenlu, pemerintah sejak awal telah merencanakan travel corridor arrangement (TCA) untuk kalangan bisnis dan travel bubble khusus pariwisata. Proyek rintisan dimulai di Batam, Bintan, dan Bali.
"Namun, ini pun terpaksa sekarang harus ditunda sementara," katanya.
Dari sisi transportasi, ujar wamenlu, pemerintah sempat membuka kemungkinan adanya pesawat sewaan khusus (special charter flight) dari beberapa negara tertentu langsung ke destinasi wisata. Selain itu, Kemlu juga menyiapkan kerja sama khusus dengan maskapai internasional sehingga saat pariwisata kembali dibuka maka penerbangan bisa langsung aktif.
"Jangan sampai kita lengah, pada saat diizinkan dibuka, justru kita memerlukan waktu lagi 6 bulan sampai 1 tahun untuk operasional. Itu akan menjadi kesalahan besar. Kita harus terus siaga dan meningkatkan kesiapan, sehingga saat dibuka maka langsung efektif," kata Mahendra.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




