ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Metode AVT Dukung Kemampuan Anak dengan Gangguan Pendengaran

Minggu, 19 Juni 2022 | 10:32 WIB
UW
UW
Penulis: Unggul Wirawan | Editor: WIR
Metode auditory verbal therapy (AVT) dapat mendukung kemampuan anak dengan gangguan pendengaran.
Metode auditory verbal therapy (AVT) dapat mendukung kemampuan anak dengan gangguan pendengaran. (Kasoem Hearing/Dokumentasi)

Semarang, Beritasatu.com- Metode auditory verbal therapy (AVT) mendukung kemampuan anak dengan gangguan pendengaran. Therapist AVT Kasoem Hearing Center, Eriska Dwi Tyas Cyprina mengatakan AVT menjadi penting karena bisa menumbuhkan perkembangan mendengar, bicara, dan bahasa anak.

"Meskipun tidak dengan mainan yang lengkap, orang tua bisa mengembangkan kemampuan mendengar dan berbicara anak gangguan dengar," kata Eriska Dwi Tyas Cyprina dalam siaran pers yang diterima Sabtu (18/6/2022).

Menurut Eriska, metode AVT berhubungan dengan aktivitas sehari-hari. Misalnya, makan bersama orang tua, memakai baju, membersihkan rumah, membuat kue, membuat makanan atau minuman kesukaan, atau mencuci kendaraan.

Baca Juga: Solusi Gangguan Pendengaran dan Penglihatan Hadir di Solo

ADVERTISEMENT

"Ketika sudah masuk usia sekolah, anak bisa berkomunikasi dengan guru, teman-teman sebaya maupun orang lain di luar sekolahnya," kata Eriska saat acara Parents Power bertema "Belajar Mendengar & Bicara Tanpa Mainan" di aula Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Semarang, Jawa Tengah.

"Hal-hal sederhana tersebut penting sekali karena, bisa menumbuhkan perkembangan mendengar, bicara, dan bahasa anak. Apalagi anak-anak lebih banyak waktu bertemu dan bersama dengan orang tua dari pada dengan terapis," ucapnya.

Salah satu orang tua yang berhasil mengembangkan kemampuan dengar anak dengan metode auditory verbal therapy (AVT) adalah Syarifuddin. Meski putranya, Alkhalifi Razka terdiagnosis gangguan dengar 100 desibel (dB) dan 110dB, kini bisa memiliki pendengaran hampir sama dengan yang lain.

Baca Juga: Pelajar Buat Aplikasi soal Informasi Gangguan Pendengaran

"Alkha mampu memahami lebih dari 1000 kosakata. Mulai menggunakan tiga kata dalam satu kalimat. Dan mampu mendengar seluruh spektrum wicara dengan baik," ucapnya.

Dengan kemampuan tersebut, Alkha masuk sekolah dasar (SD) pada usia tujuh tahun. Bahkan, ia bisa menceritakan pelajaran apa yang paling disukainya di sekolah.

"Alkha kelas satu di SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu) Umar Bin Khattab Kudus dan paling suka pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris," ucap Syarif.

Perjalanan keberhasilan mendengar Alkha tidak singkat. Sebelum akhirnya memiliki pendengaran yang setara dengan teman sebayanya, ia pernah mengalami kesulitan.

Baca Juga: Mengenali Gangguan Pendengaran Pada Anak

Hal tersebut terjadi ketika Alkha menggunakan alat bantu dengar seusai diagnosis. Selama 1,5 tahun menggunakan ABD dan menjalani AVT, ia mengalami penurunan percepatan perolehan dan pemahaman bahasa.

"Dari hasil terapi yang secara objektif menunjukkan anak mengalami penurunan percepatan perolehan dan pemahaman bahasa," tuturnya.

Maka dari itu, Papa Alkha, panggilan akrabnya memutuskan untuk mengganti ABD sang putra pada usia 3,5 tahun. Kemudian menggunakan implan koklea sampai sekarang, saat usianya sudah 7,5 tahun.

Alha kemudian melanjutkan terapi AVT rutin selama 1,5 tahun di ruang terapi menggunakan metode AVT dengan mainan. Namun, di rumah, ia menggunakan metode campuran, yaitu menggunakan mainan dan aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Implan Koklea, Solusi Atasi Gangguan Pendengaran

"Aktivitas sehari-hari untuk menambah kosakata baru, dan memberi contoh yang tepat bagaimana menggunakan kosakata sehari-hari sebagai kalimat pernyataan dan pertanyaan atau permintaan bantuan," katanya.

Deputy Chief Executive Officer Kasoem Group Trista Mutia Kasoem menuturkan acara Parents Power di Semarang adalah rangkaian kegiatan Kasoem Hearing Center tentang pentingnya habilitasi untuk anak gangguan dengar. Orang tua harus memahami merawat anak gangguan dengar tak berhenti ketika menggunakan ABD atau implan koklea saja.

"Acara ini adalah rangkaian kegiatan dari pentingnya habilitasi. Kasoem memiliki tanggung jawab untuk mengajak seluruh orang tua dengan gangguan pendengaan bahwa habilitasi AVT sangat penting, bukan hanya sekadar pemilihan ABD atau implan saja, karena tahapan itu panjang," ujar Trista.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon