Evaluasi LRT Jabodebek, 4 Gangguan Utama Diperbaiki
Sabtu, 9 September 2023 | 16:18 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - LRT Jabodebek terus dievaluasi setelah hampir dua pekan beroperasi sejak 28 Agustus 2023. Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati, mengatakan terdapat empat gangguan utama yang dilaporkan belum maksimal selama beroperasi.
"Ada empat gangguan utama yang telah kami terima laporannya, yaitu terkait pintu kereta, layar informasi penumpang, kelistrikan, hingga sistem operasi," kata Adita melalui pesan singkat, Sabtu (9/9/2023).
Adita menuturkan, gangguan-gangguan tersebut langsung ditangani oleh Divisi LRT Jabodebek dari PT KAI, PT Inka bersama stakeholder terkait.
"Perbaikan pada empat gangguan utama itu ditargetkan selesai awal September hingga akhir Oktober 2023," kata Adita.
Adapun saat ini, LRT Jabodebek mengoperasikan 12 rangkaian kereta yang secara bertahap akan ditambahkan hingga berjumlah 31 rangkaian. Sebanyak 31 rangkaian itu nantinya terdiri dari 27 rangkaian untuk melayani penumpang, 2 rangkaian untuk perawatan berat, dan 2 rangkaian disiagakan sebagai cadangan.
Saat ini LRT Jabodebek dioperasikan dari pukul 05.00 WIB hingga 18.58 WIB dengan headway atau jarak antarrangkaian berkisar 10-20 menit.
Adita mengatakan, LRT Jabodebek ke depannya dapat dioperasikan sesuai dengan pola operasi ideal dengan waktu operasional yang lebih panjang dan headway hingga 4-8 menit.
Adita juga mengungkapkan, tarif layanan landai Rp 5.000 hingga akhir September 2023, mendapatkan respons positif dari masyarakat.
"Alhamdulillah sejauh ini feedback yang kami terima relatif positif," kata Adita.
"Setelah September ini, kami akan berlakukan skema tarif maksimal Rp 20.000 untuk seluruh lintas pelayanan. Namun, tetap kami buka opsi untuk pemberlakuan promo dengan skema lain jika ada masukan lebih lanjut," imbuh dia.
Ia pun berharap tarif LRT Jabodebek dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dan berpengaruh pada peralihan penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum.
"Semoga kehadiran LRT Jabodebek dengan tarif yang sudah disubsidi ini dapat memberikan alternatif moda transportasi kepada masyarakat sehingga tidak bergantung kepada kendaraan pribadi," harap dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




