Opsi Warga Beralih dari KRL, LRT Jabodebek Catat 127.089 Penumpang
Rabu, 29 April 2026 | 21:57 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat jumlah pengguna LRT Jabodebek mencapai 127.089 orang pada Selasa (28/4/2026). Angka ini menjadi yang tertinggi sejak LRT Jabodebek mulai beroperasi.
Peningkatan jumlah penumpang ini diduga dipicu peralihan masyarakat ke LRT sebagai alternatif transportasi, menyusul kecelakaan kereta api di wilayah Bekasi Timur. Manager of Public Relations LRT Jabodebek Radhitya Mardika menyampaikan, tingginya mobilitas terlihat dari sejumlah stasiun dengan volume pengguna tertinggi.
Lima stasiun dengan angka pengguna tetrtinggi yaitu Dukuh Atas (18.764 pengguna), Harjamukti (13.308), Kuningan (12.597), Jati Mulya (10.067), dan Cikoko (10.025).
Tren positif juga berlanjut pada Rabu (29/4/2026) hingga pukul 12.00 WIB dengan total sementara 50.735 pengguna. Adapun stasiun dengan jumlah penumpang tertinggi antara lain Harjamukti (10.313), Jati Mulya (7.268), Cikunir 1 (4.991), Bekasi Barat (4.233), dan Cikoko (3.980).
"Di tengah dinamika operasional transportasi di wilayah Bekasi, manajemen menyampaikan keprihatinan atas insiden yang terjadi pada lintas kereta di Bekasi Timur dan berharap proses penanganan berjalan optimal. Seiring adanya penyesuaian operasional perjalanan kereta di wilayah tersebut," ujar Radhitya, Rabu (29/4/2026).
Radhitya menjelaskan, sebagian masyarakat kini beralih menggunakan LRT Jabodebek untuk mobilitas sehari-hari, khususnya dari kawasan Bekasi dan sekitarnya.
"Kemudahan akses menjadi faktor pendukung. Jarak antara Stasiun Bekasi Timur dan Stasiun Jati Mulya sekitar 2,7 kilometer memungkinkan masyarakat untuk melanjutkan perjalanan dengan lebih praktis menggunakan LRT Jabodebek menuju Jakarta maupun kawasan lainnya," ucapnya.
Menurutnya, peningkatan jumlah pengguna ini menunjukkan peran penting LRT dalam menjaga kesinambungan mobilitas masyarakat, terutama saat terjadi gangguan pada moda transportasi lain.
“LRT Jabodebek hadir sebagai bagian dari sistem transportasi yang saling terhubung. Dalam situasi penyesuaian operasional, kami berupaya memastikan masyarakat tetap memiliki alternatif perjalanan yang selamat, nyaman, dan andal dengan waktu tempuh yang pasti,” ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
BNN Minta Kemenkomdigi Blokir Situs Terindikasi Kejahatan Narkotika




