Jakarta Mati Lampu, Ini Alasan Operasional LRT Jabodebek Tetap Normal
Kamis, 23 April 2026 | 19:58 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan operasional LRT Jabodebek tetap berjalan normal meski sempat terjadi gangguan kelistrikan di sejumlah wilayah Jakarta pada Kamis (23/4/2026).
Pemadaman listrik yang berlangsung pukul 10.36 hingga 11.21 WIB sempat berdampak di lima stasiun LRT, yakni Dukuh Atas, Setiabudi, Rasuna Said, Cikunir 1, dan Cikunir 2. Namun, layanan tetap beroperasi berkat sistem cadangan kelistrikan.
Manager Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menjelaskan seluruh stasiun telah dilengkapi generator set (genset) sebagai sistem cadangan.
“Gangguan kelistrikan yang terjadi tidak berdampak terhadap operasional LRT Jabodebek, karena didukung sistem cadangan yang telah terintegrasi di setiap stasiun,” ujar Radhitya.
Ia menyebut setiap stasiun memiliki genset berkapasitas 200 kVA, sementara Stasiun Cawang dilengkapi kapasitas lebih besar, yakni 650 kVA. Kapasitas tambahan ini penting karena Cawang merupakan stasiun percabangan menuju Jatimulya dan Harjamukti.
Menurut Radhitya, sistem cadangan tersebut memastikan seluruh layanan utama, termasuk pelayanan pengguna dan sistem keselamatan perjalanan, tetap berjalan sesuai standar operasional.
“KAI memastikan keselamatan dan keamanan pengguna LRT Jabodebek menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sistem kelistrikan LRT Jabodebek dirancang dengan skema cadangan berlapis. Setiap fasilitas stasiun maupun operasional perjalanan memiliki sistem pendukung masing-masing.
“Setiap aspek kelistrikan telah dilengkapi sistem cadangan di setiap stasiun, agar layanan tetap berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Radhitya menambahkan, keberadaan sistem cadangan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan operasional serta menjamin keamanan pengguna.
“Dengan sistem kelistrikan yang terintegrasi dan memiliki cadangan di setiap titik layanan, LRT Jabodebek memastikan operasional tetap andal serta mendukung mobilitas masyarakat,” tambahnya.
Ia juga menilai kejadian pemadaman listrik ini menjadi bukti kesiapan sistem LRT dalam menghadapi kondisi darurat.
“KAI akan terus memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk dalam menghadapi gangguan pasokan listrik eksternal,” tutup Radhitya.
Sebelumnya, PT PLN (Persero) mengungkapkan pemadaman listrik di Jakarta disebabkan gangguan suplai energi.
“Terjadi gangguan suplai listrik yang berdampak di beberapa wilayah Jakarta. PLN fokus melakukan upaya penormalan,” kata Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya, Haris Andika.
PLN juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan gangguan kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile atau contact center PLN 123.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
BNN Minta Kemenkomdigi Blokir Situs Terindikasi Kejahatan Narkotika




